Sabtu, 18 Desember 2010

Jangan Salah Pilih

Mungkin kita sering mendengar ada pasutri yang baru saja mengarungi bahtera rumah tangga kandas ditengah jalan. Beragam alasan yang mereka lontarkan, misal; karena ketidakcocokan, salah pengertian, kurang perhatian bahkan karena ada 'main' dengan orang ketiga.

Dari alasan-alasan yang mereka lontarkan sebenarnya masih ada solusi yang bisa menyelamatkan rumah tangga yang bakal 'karam' tersebut, yaitu dengan kembali kepada Allah swt. Dan Rasulullah saw.

Kalau boleh kita menyimpulkan masalah dasar yang menyebabkan keretakan rumah tangga seperti berbagai alasan di atas, dari persoalan ekonomi hingga kurang harmonisnya hubungan pasutri adalah karena keAWAMan kita terhadap agama.

¤ Nikah Adalah Ibadah

Sebagai sebuah persyaratan untuk diterimanya amal kita, ikhlas tentu saja menjadi prioritas pertama. Artinya, semua aktivitas kehidupan kita semata-mata untuk mengharap ridha Allah stw. Jangan sampai ada sedikitpun ketika kita akan melangkah berumah tangga ada motivasi lain selain mengharap wajah Allah swt. Kemudian sebagai syarat untuk diterimanya ridha Allah swt. adalah dengan mengikuti Nabi Muhammad saw. atau ittiba'. Tanpa ittiba' kita tak akan bisa mengimpletasikan keikhlasan kita.

Demikian pula dalam berumah tangga, pasutri harus menyadari betul akan arti ibadah tersebut. Bagi seorang calon suami harus bisa memilih istri yang tepat sesuai dengan syari'at Islam, begitupun calon istri.

Sebuah hadist riwayat Imam Bukhari dalam Fathul Bari 9/132 :

"Wanita itu dinikahi karena empat hal; hartanya, keturunannya, kecantikan dan agamanya. Maka hendaknya engkau utamakan wanita yang memiliki agama, (jika tidak) niscaya kedua tanganmu akan berdebu"

Hadist di atas menekankan dalam memilih istri itu diutamakan karena agamanya. Sebab wanita yang baik agamanya akan selalu taat kepada suaminya dan selalu setia mendampingi suami dikala suka maupun duka, dikala lapang maupun sempit, bukan seperti kata orang, ada uang nona sayang tak ada uang nona melayang.

"Hendaklah salah seorang dari kamu memilih hati yang bersyukur, lisan yang selalu berdzikir dan istri beriman yang menolongnya dalam persoalan akhirat" (HR. Ahmad 5/282, at-Tirmidzi)

Dalam riwayat lain, "Dan istri shalihah yang menolongmu atas persoalan dunia dan agamamu adalah sebaik-baik harta yang disimpan manusia"
(HR. Baihaqi dalam asy-Syu'ab)

Sedangkan dalam memilih suami, patut pula kita memperhatikan keadaan sang calon seperti diisyaratkan sebuah hadist:

"Jika datang kepadamu seseorang yang engkau rela terhadap akhlak dan agamanya maka nikahlah, jika tidak kamu lakukan niscaya akan terjadi fitnah dibumi dan kerusakan yang besar" (HR. Ibnu Majah No 1967 dan as-Silsilah Hadist No 1022)

Untuk mengetahui keadaan sang calon tak mesti melalui tradisi pacaran yang memang lebih banyak maksiatnya daripada manfaatnya, misal mencari informasi dari sumber yang layak dipercaya dan banyak mengetahui kehidupan sang calon.

Bagi seorang pemuda kalau memang sudah menemukan calon istri yang shalihah, yakinlah akan karunia Allah swt. teruslah maju disertai doa dan ikhtiar jangan terhalang karena kemiskinan.

"Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (kawin) dari hamba-hamba sahaya yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui" (QS. An-Nur 32)

Demikian pula bagi yang sudah berumah tangga, namun dirundung masalah, jangan putus asa juga jangan terbawa emosi dan cepat-cepat menyatakan cerai. Upayakan perbaikan-perbaikan dirumah tangga. Kedua belah pihak, istri maupun suami harus saling introspeksi dan terus berdoa supaya Allah swt. memperbaiki rumah tangganya.

Apabila keretakan rumah tangga dikarenakan ketidakpahaman terhadap agama, maka bagi kedua pasutri tak merasa sungkan untuk melangkahkan kakinya mencari ilmu syar'i dengan mengikuti kajian keagamaan melalui ustadz yang terpercaya dalam aqidah dan manhaj serta lurus pemahamannya. Dengan bekal ilmu tadi, Insya Allah biduk rumah tangga dapat bertahan dari terpaan gelombang.
Wallahua'lam (Ummu Abbas).

5 Gaya
Mendidik Anak Perempuan

Punya Anak perempuan memang beda. Bukan karena pilih kasih melainkan punya anak perempuan akan menjadi penghalang bagi orangtua dari api neraka.

Memang ikatan emosional antara ibu dengan anak perempuannya begitu kuat, berbeda halnya dengan sang ayah yang lebih dekat dengan anak laki-lakinya. Karena secara nalar anak merupakan versi baru dari orangtua mereka. Anak-anak merupakan cermin harapan, kekhawatiran dan perasaan orangtua mereka.

Bila orangtua menyadari keadaan di atas, tentu saja akan sangat membantu. Kalau tidak, justru bisa menjurus pada perilaku menyimpang. Alhasil, tak sedikit ibu yang merasa lebih senang punya anak lelaki karena dianggap lebih 'sederhana' dan tidak macam-macam.

Padahal mendidik anak perempuan mengundang sejuta pahala dan menjadi penghalang bagi orangtua dari api neraka. Anas bin Malik ra. pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang mengurus dua orang anak wanita sampai keduanya baligh, maka dia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan aku dan dia seperti ini..." (Lalu beliau menyatukan jari-jarinya).

Disamping itu pula mendidik anak perempuan akan memberi banyak pengalaman pada seorang ibu karena kesempatan untuk menjalin persahabatan yang akrab. Sayangnya, banyak seorang ibu selalu melihat dirinya pada anak perempuannya. Akibatnya mereka ingin anak perempuaannya dapat lebih banyak kesempatan atau ingin tetap berdekatan, padahal bersamaan dengan itu, anak ingin tetap melangkah dan memilih kehidupan sendiri.

Tentu saja untuk mewujudkan hal ini tak mudah. Seorang ibu paling tidak mesti mengetahui bagaimana gaya yang tepat dalam mendidik anak perempuannya.

¤ Gaya Keras


Ibu bergaya ini akan mudah meletup bila diganggu oleh tangisan sang anak. Sekalipun tangisan itu timbul karena si anak terjatuh. "Jangan nangis dong, nanti ibu pukul nih!" begitu kira-kira reaksi sang ibu.

Ada pesan kuat yang terungkap dari omongan si ibu tadi, 'ah kamu tak penting, masa bodoh apa yang kamu rasakan, sedang asyik kerja eh diganggu'. Meski pesan tadi tidak tersurat, namun anak bisa merasakannya. Ia akan sangat terluka dan putus asa. Bukan tak mungkin ia juga merasa kesepian serta merasa ditolak.

¤ Gaya Tak Peduli


Tipikal ibu yang bergaya tak peduli biasanya acuh terhadap kejadian yang menimpa anaknya, kurang pengawasan walau bisa saja secara fisik kebutuhannya mencukupi namun orangtua kurang melibatkan diri.

¤ Gaya Memanjakan


Ketika anak tejatuh misalnya, si ibu akan berlari secepat kilat untuk membantu sang anak. Walau kedengarannya enak dan bagi seorang ibu yang baik hati, namun mengandung pesan yang sangat penting, si anak seolah-olah merasa nyaman tapi juga ditumbuhi rasa kewajiban dan tanpa sadar juga ditumbuhi penolakan. Anak akan merasa lemah dan bingung di depan orangtuanya. Bukannya menjadi kuat dan percaya diri. Akibatnya, anak menjadi tak mandiri dan tak mengenal dirinya sendiri.

Seorang ibu yang punya gaya seperti ini perlu membangun rasa pengenalan diri yang kuat. Mumgkin masa kecilnya berpusat pada orangtua yang memaksanya lebih cepat jadi dewasa dan menjadi pengelola keluarga. Bukannya mendapat kasih sayang. Bisa saja salah satu orangtuanya bersikap sangat memanjakan.

¤ Gaya Asertif


Bila anak gadisnya terluka, dengan penuh kasih sayang seorang ibu bilang, 'Tanganmu luka? Aduh, kasihan. Mari sini, Ummi bersihkan' Kemudian, 'Nah, gimana rasanya sekarang'

Dalam kasus ini, anak tahu, diri dan perasaannya diperhatikan. Sang ibu mau dan siap menolongnya. Pertolongan itu ditawarkan dan bukan dipaksakan. Anak merasa nyaman, lega, aman dan dicintai.

Ini menunjukkan seorang ibu yang bergaya asertif lebih cenderung membiarkan anaknya tumbuh mandiri. Bila ada sesuatu masalah, si ibu membiarkannya bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada dirinya.

¤ Gaya Bersyarat


Kalau anaknya menangis ingin ikut ke warung, si ibu akan berkata, 'Kalau menangis, nanti ibu pulang dari warung tidak dibelikan kue lo'. Ini merupakan gaya ibu yang menghadapi anak dengan ancaman. Si anak harus memenuhi hrapan orangtua terlebih dahulu, barulah kebutuhan dipenuhi.

Hal ini mengandung makna, jangan menganggap kamu patut disayang sebelum menunjukkan bahwa kamu memang layak disayang.

Dari kelima gaya trsb tentu saja tak ada yang ideal melainkan semua gaya bisa berjalan secara simultan & kondisional tergantung kasus anak yang kita hadapi. Jadi tak terpaku dg satu gaya kan.
Allahua'lam.

Minggu, 07 November 2010

NABI ADAM A.S.
Permulaan Para Nabi dan Rasul

¤ NABI ADAM AS. Permulaan Para Nabi dan Rasul


Setelah Allah swt. menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya, laut-lautannya dan tumbuh-tumbuhannya, menciptakan langit dengan mataharinya, bulan dan bintang-bintangnya yang bergemerlapan menciptakan malaikat-malaikatnya ialah sejenis makhluk halus yang diciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba terutama para rasul dan nabinya maka tibalah kehendak Allah swt. untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan mengisi bumi memeliharanya menikmati tumbuh-tumbuhannya, mengelola kekayaan yang terpendam dan berkembang biak turun-temurun waris-mewarisi sepanjang masa yang telah ditakdirkan baginya.

¤ Kekhuatiran Para Malaikat

Para malaikat ketika diberitahukan oleh Allah swt. akan kehendak-Nya menciptakan makhluk lain itu, mereka khuatir kalau-kalau kehendak Allah menciptakan makhluk yang lain itu, disebabkan kecualian atau kelalaian mereka dalam ibadah dan menjalankan tugas atau karena pelanggaran yang mereka lakukan tanpa disadari. Berkata mereka kepada Allah swt. :

"Wahai Tuhan kami! Buat apa Tuhan menciptakan makhluk lain selain kami, padahal kami selalu bertasbih, bertahmid, melakukan ibadah dan mengagungkan nama-Mu tanpa henti-hentinya, sedangkan makhluk yang Tuhan akan ciptakan dan turunkan ke bumi itu, niscaya akan bertengkar satu dengan lain, akan saling bunuh membunuh berebutan menguasai kekayaan alam yang terlihat diatasnya dan terpendam di dalamnya, sehingga akan terjadilah kerusakan dan kehancuran di atas bumi yang Tuhan ciptakan itu."

Allah berfirman, menghilangkan kekhuatiran para malaikat itu :

"Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui apa yang kamu tidak ketahui dan Aku sendirilah yang mengetahui hikmat penguasaan Bani Adam atas bumi-Ku. Bila Aku telah menciptakannya dan meniupkan roh kepadanya, bersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai penghormatan dan bukan sebagai sujud ibadah, karena Allah stw. melarang hamc-Nya beribadah kepada sesama makhluk-Nya."

Kemudian diciptakanlah Adam oleh Allah swt. dari segumpal tanah liat, kering dan lumpur hitam yang berbentuk. Setelah disempurnakan bentuknya ditiupkanlah roh ciptaan Tuhan ke dalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yang sempurna.

¤ Iblis Membangkang

Iblis membangkan dan enggan mematuhi perintah Allah seperti para malaikat yang lainya, yang segera bersujud di hadapan Adam sebagai penghormatan bagi makhluk Allah yang akan diberi amanat menguasai bumi dengan segala apa yang hidup dan tumbuh di atasnya serta yang terpendamnya di dalamnya.

Iblis merasa dirinya lebih mulia, lebih utama dan lebih agung dari Adam, karena ia diciptakan dari unsur api, sedang Adam dari tanah dan lumpur. Kebanggaannya dengan asal usulnya menjadikan ia sombong dan merasa rendah untuk bersujud menghormati Adam seperti para malaikat yang lain, walaupun diperintah oleh Allah.

Tuhan bertanya kepada Iblis : "Apakah yang mencegahmu sujud menghormati sesuatu yang telah Aku ciptakan dengan tangan-Ku?"
Iblis menjawab: "Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul dari dia. Engkau ciptakan aku dari api dan menciptakannya dari lumpur."

Karena kesombongan, kecongkakan dan pembangkangannya melakukan sujud yang diperintahkan, maka Allah menghukum Iblis dengan mengusir dari syurga dan mengeluarkannya dari barisan malaikat dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat pada dirinya hingga hari kiamat. Di samping itu ia dinyatakan sebagai penghuni neraka.

Iblis dengan sombongnya menerima dengan baik hukuman Tuhan itu dan ia hanya mohon agar kepadanya diberi kesempatan untuk hidup kekal hingga hari kiamat. Allah meluluskan permohonannya dan ditangguhkanlah ia sampai hari kebangkitan, tidak berterima kasih dan bersyukur atas pemberian jaminan itu, bahkan sebaliknya ia mengancam akan menyesatkan Adam, sebagai penyebab terusirnya dia dari syurga dan dikeluarkannya dari barisan malaikat, dan akan mendatangi anak-anak keturunannya dari segala sudut untuk membujuk mereka meninggalkan jalan yang lurus dan bersamanya menempuh jalan yang sesat, mengajak mereka melakukan maksiat dan hal-hal yang terlarang, menggoda mereka supaya melalaikan perintah-perintah agama dan mempengaruhi mereka agar tidak bersyukur dan beramal shaleh.

Kemudian Allah berfirman kepada Iblis yang terkutuk itu: "Pergilah engkau bersama pengikut-pengikutmu yang semuanya akan menjadi isi neraka Jahanam dan bahan bakar neraka. Engkau tidak akan berdaya menyesatkan hamba-hamba-Ku yang telah beriman kepada Ku dengan sepenuh hatinya dan memiliki aqidah yang mantap yang tidak akan tergoyah oleh rayuanmu walaupun engkau mengunakan segala kepandainmu menghasut dan memfitnah."

¤ Pengetahuan Adam Tentang Nama Nama Benda

Allah hendak menghilangkan anggapan rendah para malaikat terhadap Adam dan menyakinkan mereka akan kebenaran hikmat-Nya menunjuk Adam sebagai penguasa bumi, maka diajarkanlah kepada Adam nama-nama benda yang berada di alam semesta, kemudian diperagakanlah benda-benda itu di depan para malaikat seraya:

"cubalah sebutkan bagi-Ku nama benda-benda itu, jika kamu benar merasa lebih mengetahui dan lebì mengerti dari Adam."

Para malaikat tidak berdaya memenuhi tentangan Allah untuk menyebut nama-nama benda yang berada di depan mereka. Mereka mengakui ketidak-sanggupan mereka dengan berkata:

"Maha Agung Engkau! Sesungguhnya kami tidak memiliki pengetahuan tentang sesuatu kecuali apa yang Tuhan ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana."

Adam lalu diperintahkan oleh Allah untuk memberitahukan nama-nama benda itu kepada para malaikat dan setelah diberitahukan oleh Adam, berfirmanlah Allah kepada mereka:

"Bukankah Aku telah katakan padamu bahwa Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan."

¤ Adam Penghuni Syurga

Adam diberi tempat oleh Allah di syurga dan baginya diciptakanlah Hawa untuk mendampinginya dan menjadi teman hidupnya, menghilangkan rasa kesepianya dan melengkapi keperluan fitrahnya untuk mengembangkan keturunan.

Menurut cerita para ulama Hawa diciptakan oleh Allah dari salah satu tulang rusuk Adam yang disebelah kiri diwaktu ia masih tidur sehingga ketika ia terjaga, ia melihat Hawa sudah berada di sampingnya. Ia ditanya malaikat: "Wahai Adam! Apa dan siapakah makhluk yang berada di sampingmu itu?"

Berkatalah Adam: "Seorang perempuan." Sesuai dengan fitrah yang telah diilhamkan oleh Allah kepadanya. "Siapa namanya?" tanya malaikat lagi. "Hawa", jawab Adam. "Untuk apa Tuhan menciptakan makhluk ini?", tanya malaikat lagi.
Adam menjawab: "Untuk mendampingiku, memberi kebahagiaan bagiku dan mengisi keperluan hidupku sesuai dengan kehendak Allah."

Allah berpesan kepada Adam: "Tinggallah engkau bersama isterimu di syurga, rasakanlah kenikmatan yang berlimpah-limpah didalamnya, rasailah dan makanlah buah-buahan yang lazat yang terdapat didalamnya sepuas hatimu dan sekehendak nafsumu. Kamu tidak akan mengalami atau merasa lapar, dahaga ataupun letih selama kamu berada didalamnya.

Akan tetapi Aku ingatkan janganlah makan buah dari pohon ini yang akan menyebabkan kamu celaka dan termasuk orang-orang yang zalim. Ketahuilah bahwa iblis itu adalah musuhmu dan musuh istrimu, ia akan berusaha membujuk kamu dan menyeret kamu keluar dari syurga sehingga hilanglah kebahagiaan yang kamu sedang nikmat ini."

¤ Iblis Mulai Beraksi

Sesuai dengan ancaman yang diucapkan ketika diusir oleh Allah dari syurga akibat pembangkangannya dan terdorong pula oleh rasa iri hati dan dengki terhadap Adam yang menjadi sebab sampai ia terkutuk dan terlaknat selama-lamanya tersingkir dari singgahsana kebesarannya. Iblis mulai menunjukkan rancangan penyesatannya kepada Adam dan Hawa yang sedang hidup berdua di syurga yang tenteram, damai dan bahagia.

Ia menyatakan kepada mereka bahwa ia adalah kawan mereka dan ingin memberi nasehat dan mengekalkan kebahagiaan mereka. Segala cara dan kata-kata halus digunakan oleh Iblis untuk mendapatkan kepercayaan Adam dan Hawa bahwa ia betul-betul jujur dalam nasihat dan petunjuknya kepada mereka. Ia membisikan kepada mereka bahwa larangan Tuhan kepada mereka memakan buah-buah yang ditunjuk itu adalah karena dengan memakan buah itu mereka akan menjelma menjadi malaikat dan akan hidup kekal. Diulang-ulang bujukannya dengan menunjukkan akan harumnya bau pohon yang dilarang indah bentuk buahnya dan lazat rasanya. Sehingga pada akhirnya termakanlah bujukan yang halus itu oleh Adam dan Hawa dan dilanggarlah larangan Tuhan.

Allah mencela perbuatan mereka itu dan berfirman yang bermaksud: "Tidaklah Aku mencegah kamu mendekati pohon itu dan memakan dari buahnya dan tidaklah Aku telah ingatkan kamu bahwa syaitan itu adalah musuhmu yang nyata."

Adam dan Hawa mendengar firman Allah itu sadarlah ia bahwa mereka telah terlanggar perintah Allah dan bahwa mereka telah melakukan suatu kesalahan dan dosa besar. Seraya menyesal berkatalah mereka:

"Wahai Tuhan kami! Kami telah menganiaya diri kami sendiri dan telah melanggar perintah-Mu karena terkena bujukan Iblis. Ampunilah dosa kami karena nescaya kami akan tergolong orang-orang yang rugi bila Engkau tidak mengampuni dan mengasihi kami."

¤ Adam dan Hawa Diturunkan ke Bumi

Allah telah menerima taubat Adam dan Hawa serta mengampuni perbuatan pelanggaran yang mereka telah lakukan hal mana telah melegakan dada mereka dan menghilangkan rasa sedih akibat kelalaian peringatan Tuhan tentang Iblis sehingga terjerumus menjadi mangsa bujukan dan rayuannya yang manis namun beracun itu.

Adam dan Hawa merasa tenteram kembali setelah menerima pengampunan Allah dan selanjutnya akan menjaga jangan sampai tertipu lagi oleh Iblis dan akan berusaha agar pelanggaran yang telah dilakukan dan menimbulkan murka dan teguran Tuhan itu menjadi pengajaran bagi mereka berdua untuk lebih berhati-hati menghadapi tipu daya dan bujukan Iblis yang terlaknat itu. Harapan untuk tinggal terus di syurga yang telah pudar karena perbuatan pelanggaran perintah Allah, hidup kembali dalam hati dan fikiran Adam dan Hawa yang merasa kenikmatan dan kebahagiaan hidup mereka di syurga tidak akan terganggu oleh sesuatu dan bahwa ridha Allah serta rahmatnya akan tetap melimpah di atas mereka untuk selama-lamanya. Akan tetapi Allah telah menentukan dalam takdir-Nya apa yang tidak terlintas dalam hati dan tidak terfikirkan oleh mereka. Allah swt. yang telah menentukan dalam takdir-Nya bahwa bumi yang penuh dengan kekayaan untuk dikelolahnya, akan dikuasai kepada manusia keturan Adam memerintahkan Adam dan Hawa turun ke bumi sebagai benih pertama dari hamba-hambanya yang bernama manusia itu.

Berfirmanlah Allah kepada mereka: "Turunlah kamu ke bumi sebagian daripada kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain kamu dapat tinggal tetap dan hidup disana sampai waktu yang ditentukan."

Turunlah Adam dan Hawa ke bumi menghadapi cara hidup baru yang jauh berlainan dengan hidup di syurga yang pernah dialami dan yang tidak akan berulang kembali. Mereka harus menempuh hidup di dunia yang fanah ini dengan suka dan dukanya dan akan menurunkan umat manusia yang beraneka ragam sifat dan tabiatnya berbeda-beda warna kulit dan kecerdasan otaknya. Umat yang akan berkelompok-kelompok menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa di mana yang satu menjadi musuh yang lain saling bunuh-membunuh aniaya-menganiaya dan tindak-menindas sehingga dari waktu ke waktu Allah mengutus nabi-nabi-Nya dan rasul-rasul-Nya memimpin hamba-hamba-Nya kejalan yang lurus penuh damai kasih sayang di antara sesama manusia jalan yang menuju kepada redha-Nya dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.

¤ Kisah Adam Dalam Al-Quran

Al_Quran menceritakan kisah Adam dalam beberapa surah diantaranya surah Al_Baqarah ayat 30 hingga ayat 38 dan surah Al_A'raaf ayat 11 hingga 25.

¤ Pelajaran Yang Terdapat Dari Kisah Adam

Bahwasanya hikmah yang terkandung dalam perintah-perintah dan larangan-larangan Allah dan dalam apa yang diciptakannya kadangkala tidak atau belum dapat dicapai oleh otak manusia bahkan oleh makhluk-Nya yang terdapat sebagaimana telah dialami oleh para malaikat tatkala diberitahu bahwa Allah akan menciptakan manusia - keturunan Adam untuk menjadi khalifah-Nya di bumi sehingga mereka seakan-akan berkeberatan dan bertaya-taya mengapa dan untuk apa Allah menciptakan jenis makhluk lain daripada mereka yang sudah patuh rajin beribadat, bertasbih, bertahmid dan mengagungkan nama-Nya.

Bahwasanya manusia walaupun ia dikaruniakan kecerdasan berfikir dan kekuatan fizikal dan mental ia tetap menpunyai beberapa kelemahan pada dirinya seperti sifat lalai, lupa dan khilaf. Hal mana telah terjadi pada diri Nabi Adam yang walaupun ia telah menjadi manusia yang sempurna dan dikurniakan kedudukan yang istimewa di syurga ia tetap tidak terhindar dari sifa -sifat manusia yang lemah itu.

Ia telah lupa dan melalaikan peringatan Allah kepadanya tentang pohon terlarang dan tentang Iblis yang menjadi musuh seluruh keturunannya, sehingga terperangkap ke dalam tipu daya dan terjadilah pelanggaran pertama yang dilakukan oleh manusia terhadap larangan Allah.

Bahwasanya seorang yang telah terlanjur melakukan maksiat dan berbuat dosa tidaklah ia sepatutnya berputus asa dari rahmat dan ampunan Tuhan asalkan ia sadar akan kesalahan dan bertaubat tidak akan melakukan kembali. Rahmat Allah dan maghfirah- Nya dapat mencangkup segala dosa yang diperbuat oleh hamba Nya kecuali syirik bagaimana pun besar dosa itu asalkan diikuti dengan kesadaran bertaubat dan pengakuan kesalahan.

Sifat sombong dan congkak selalu membawa akibat kerugian dan kebinasaan. Lihatlah Iblis yang turun dari singgahsananya dilucutkan kedudukannya sebagai seorang malaikat dan diusir oleh Allah dari syurga dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat kepada dirinya hingga hari kiamat karena kesombongannya dan kebanggaanya dengan asal-usulnya sehingga ia menganggap dan memandang rendah kepada Nabi Adam dan menolak untuk sujud menghormatinya walaupun diperintahkan oleh Allah swt.

:: Dikutip dari http://makeiteasy123.blogspot.com

Kisah Asal-usul Hajar Aswad

Ketika Nabi Ibrahim as. bersama anaknya membina kaabah banyak kekurangan yang dialaminya. Pada mulanya kaabah itu tidak ada bumbung dan pintu masuk. Nabi Ibrahim as. bersama Nabi Ismail berupaya keras untuk menyelesaikan pembinaannya dengan mengangkut batu dari berbagai gunung.

Dalam sebuah kisah disebutkan apabila pembinaan Kaabah itu selesai, ternyata Nabi Ibrahim masih merasakan kekurangan sebuah batu lagi untuk diletakkan di Kaabah. Nabi Ibrahim berkata kepada Nabi Ismail berkata, "Pergilah engkau mencari sebuah batu yang akan aku letakkan sebagai penanda bagi manusia."

Kemudian Nabi Ismail as. pun pergi dari satu bukit ke satu bukit untuk mencari batu yang baik dan sesuai. Ketika Nabi Ismaik as. sedang mencari batu di sebuah bukit, tiba-tiba datang malaikat Jibril as. memberikan sebuah batu yang cantik.

Nabi Ismail dengan segera membawa batu itu kepada Nabi Ibrahim as. Nabi Ibrahim as. merasa gembira melihat batu yang sungguh cantik itu, beliau menciumnya beberapa kali. Kemudian Nabi Ibrahim as. bertaya, "Dari mana kamu dapat batu ini?"

Nabi Ismail berkata, "Batu ini kuterima daripada yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu (jibril)

Nabi Ibrahim mencium lagi batu itu dan diikuti oleh Nabi Ismail as. Sehingga sekarang Hajar Aswad itu dicium oleh orang-orang yang pergi ke Baitullah.

Siapa saja yang bertawaf di Kaabah disunnahkan mencium Hajar Aswad. Beratus ribu kaum muslimin berebut ingin mencium Hajar Aswad itu, yang tidak mencium cukuplah dengan memberikan lambaian tangan saja.

Ada riwayat menyatakan bahwa dulunya batu Hajar Aswad itu putih bersih, tetapi akibat dicium oleh setiap orang yang datang menziarahi kaabah, ia menjadi hitam seperti terdapat sekarang. Wallahu a'alam.

Apabila manusia mencium batu itu maka timbullah perasaan seolah-olah mencium ciuman Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Ingatlah wahai saudara-saudaraku, Hajar Aswad itu merupakan tempat diperkenan do'a.

Bagi yang ada kelapangan, berdo'alah di sana, Insya Allah doanya akan dikabulkan oleh Allah. Jagalah hati kita sewaktu mencium Hajar Aswad supaya tidak menyekutukan Allah, sebab tipu daya syaitan kuat di Tanah Suci Mekah.

Ingatlah kata-kata Khalifah Umar bin Al-Khattab apabila beliau mencium batu itu (Hajar Aswad) : "Aku tahu, sesungguhnya engkau hanyalah batu biasa. Andai aku tidak melihat Rasulullah SAW. menciummu, sudah tentu aku tidak akan melakukan (mencium Hajar Aswad)."

10 Pesan
ALLAH SWT. Kepada NABI MUSA A.S

Abul-Laits Assamarqandi meriwayatkan kepada sanadnya dari Jabir bin Abdillah ra. berkata Rasulullah SAW bersabda : "Allah SWT. telah memberikan kepada Nabi Musa bin Imran as. dalam alwaah 10 bab :

:: Wahai Musa jangan menyekutukan Aku dengan suatu apa pun bahwa Aku telah memutuskan bahwa api neraka akan menyambar muka orang-orang musyrikin.

:: Taatlah kepada-Ku dan kedua orang tuamu nescaya Aku peliharamu dari sebarang bahaya dan akan Aku lanjutkan umurmu dan Aku hidupkan kamu dengan penghidupan yang baik.

:: Jangan sekali-kali membunuh jiwa yang Aku haramkan kecuali dengan hak nescaya akan menjadi sempit bagimu dunia yang luas dan langit dengan semua penjurunya dan akan kembali engkau dengan murka-Ku ke dalam api neraka.

:: Jangan sekali-kali sumpah dengan nama-Ku dalam dusta atau durhaka sebab Aku tidak akan membersihkan orang yang tidak mensucikan Aku dan tidak mengagung-agungkan nama-Ku.

:: Jangan hasud dengki dan irihati terhadap apa yang Aku berikan kepada orang-orang, sebab penghasut itu musuh nikmat-Ku, menolak kehendak-Ku, membenci kepada pembahagian yang Aku berikan kepada hamba-hamba-Ku dan sesiapa yang tidak meninggalkan perbuatan tersebut, maka bukan daripada-Ku.

:: Jangan menjadi saksi terhadap apa yang tidak engkau ketahui dengan benar-benar dan engkau ingati dengan akalmu dan perasaanmu sebab Aku menuntut saksi-saksi itu dengan teliti atas persaksian mereka.

:: Jangan mencuri dan jangan berzina istri jiran tetanggamu sebab nescaya Aku tutup wajah-Ku daripadamu dan Aku tutup pintu-pintu langit daripadanya.

:: Jangan menyembelih korban untuk selain dari-Ku sebab Aku tidak menerima korban kecuali yang disebut nama-Ku dan ikhlas untuk-Ku.

:: Cintailah terhadap sesama manusia sebagaimana yang engkau suka terhadap dirimu sendiri.

:: Jadikan hari sabtu itu hari untuk beribadat kepada-Ku dan hiburkan anak keluargamu. Kemudian Rasulullah S.A.W. bersabda lagi : "Sesungguhnya Allah S.W.T. menjadikan hari sabtu itu hari raya untuk Nabi Musa as. dan Allah S.W.T. memilih hari Jum'at sebagai hari raya untukku."

Pusaka Ibrahim

Menurut Prof. Dr.Mahmud Syaltut dalam kitabnya 'Islam Aqiedah wa Syari'ah'

Bahwa Haji itu adalah bentuk penyembahan manusia sejak zaman purba, sebelum masa Islam. Ia berarti penziarahan ke tempat-tempat tertentu sebagai suatu penyembahan dan penyucian pada Tuhan sesembahannya. Begitulah praktek-praktek dari berbagai bangsa purba seperti orang-orang Mesir kuno, Yunani kuno, jepang kuno dan sebagainya. Keadaan mana berlangsung terus sampai Allah swt. mengutus Nabi Ibrahim as. dan memerintahkannya membangun Ka'bah di Mekah untuk tujuan penyatuan sistem haji manusia, dimana padanya dilakukan tawaf dan menyebut-nyebut asma Allah.

Firman Allah swt:

"Dan ingatlah, ketika Ibrahim diuji oleh Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "JanjiKu ini tidak mengenai orang yang zhalim".

"Dan (ingatlah) ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman, dan jadikanlah sebagai maqam Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumahKu untuk orang-orang yang tawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud".

"Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berdo'a: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian." Allah berfirman: "Dan kepada orang yang kafir pun Aku beri kesenangan yang sementara, kemudian Aku paksa ia jalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali."

"Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah beserta Ismail (seraya berdo'a): "Ya Tuhanku, terimalah daripada kami (amalan kami) sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

"Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua: orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami ummat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang."

"Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab (Al-Qur'an) dan hikmah serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana."

Ka'bah yang telah ditetapkan menjadi kiblat manusia dibangun oleh Nabi Ibrahim as. bererta putranya Nabi Ismail as. dan dibantu oleh para Malaikat. Ka'bah dinamai demikian karena bangunannya yang persegi-empat itu. Dalam bahasa Arab Muka'ab artinya persegi empat.

Bangunan Ka'bah ini pada Zaman Nabi Ibrahim as. berukuran tinggi 9 hasta, lebar bagian selatan 20 hasta, bagian utara 22 hasta, panjang sebelah timur 32 hasta, dan panjang di sebelah barat 31 hasta. Ka'bah sebagaimana bangunan-bangunan lainya di Mekah selalu mengalami kerusakan, ia pun telah beberapa kali mengalami perbaikan-perbaikan, baik sebelum maupun sesudah Zaman Nabi Muhammad saw.

Sejak zaman Nabi Ibrahim seluruh bangsa Arab telah menjadikan Ka'bah itu sebagai kiblat dan tempat haji mereka. Ibadah haji, mereka lakukan sesuai dengan tuntunan Nabi Ibrahim atas perintah Allah swt. Hanya saja karena perjalanan masa yang cukup lama, dari masa Ibrahim as. ke masa Muhammad saw., manusia telah merubah sistem ibadah haji Ibrahim as. yang berdasar tauhid. Manusia kemudian merubahnya, mencampur-adukkan haji dengan syirik. Mereka membuat patung-patung sembahan yang kemudian diletakkan di Ka'bah, lalu mereka sembah, mohon syafaat dan pertolongannya. Mereka tidak lagi menyembah Tuhan.

Diutusnya Muhammad saw. mengandung arti yang sangat penting dalam sejarah. Beliau bertugas memperbaiki dan meluruskan kembali aqidah dan ibadah manusia yang telah menyimpang jauh, juga menyempurnakan sistim ibadah haji itu warisan Ibrahim as. Kebangkitan beliau sebagai Rasul/Nabi akhir zaman, adalah pula karena do'a Ibrahim as. yang maqbul.

Do'a itu termaktub dalam Surah Al-Baqarah ayat 129:

"Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka Al-Kitab (Al-Qur'an) dan hikmah serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana."

Sebab itu Muhammad saw. Menjadi mujaddid (reformer) besar bertugas meluruskan, memperbaiki dan memurnikan aqidah dan ibadah manusia. Syariah agama Ibrahim as. disempurnakannya, khususnya yang menyangkut ibadah haji. Haji sebagai bentuk ibadah manusia-purba lalu Tuhan mengutus Nabi Ibrahim as. membangun Ka'bah menjadi Kiblat manusia dengan suatu sistem haji berdasar tauhid, sebagai penyatuan ibadah manusia.

Kemudian Muhammad saw. mengambil oper ibadah haji itu, dimurnikan dan disempurnakannya. Enam tahun sesudah hijrah ke Madinah barulah Allah swt. meresmikannya haji itu menjadi syari'ah Nabi Muhammad saw.

Makkah Sebagai Pusat Bumi & 
Pusat Waktu Dunia

Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Makkah adlh pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah diteliti melalui sebuah penelitian ilmiah. Ketika Neil Amstrong utk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet bumi, dia berkata: "Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yg mengantungnya?."

Para astronot telah menemukan bahwa planet bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mreka mengumumkan di Internet tp sayang 21 hari website raib. Setelah melakukan penelitian, ternyata radiasi tsb berpusat di kota Makkah, tepatnya berasal dari Ka'bah. Yang mengejutkan adalah radiasi trsebt bersifat infinite (Tak berujung), hal ini terbuktikan ketika mrka mengambil foto planet mars, radiasi trsbt masih berlanjut terus.

Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka'Bah di planet Bumi dg Ka'bah di alam akhirat.


Penemuan ilmiah membuktikan bahwa Makkah Adlh Pusat Dari Planet Bumi. Fakta ini memperkuat kebenaran ilmiah dan ruhiah Islam, sekaligus menjadi dasar kuat penerapan jam Makkah sebagai acuan waktu dunia, menggantikan Greenwich yang penuh kontroversi.

Jama'ah haji mulai kembali kenegaranya masing-masing. Sekian lama mereka harus meninggalkan negeri masing-masing. Kini telah tuntas mreka mengusaikan manasik, atau ritual ibadah haji diberbagai tempat yang ada di Makkah dan sekitarnya. Dalam beberapa hari dibulan Dzulhijjah itu, mereka diberi kemuliaan oleh Allah untuk menjadi tamun-Nya, mengunjungi rumah-Nya, kiblat kaum muslimin diseluruh dunia.

¤ Makkah Pusat Bumi

Allah telah menjadikan Makkah sebagai tempat suci, bahkan dipilih-Nya sebagai tempat bagi baitullah (Rumah Allah), sekaligus sebagai tempat diutusnya nabi dan rasul terkhir Nabi Muhammad saw. keistimewaan ini memunculkan pertanyaan, mengapa Makkah?
Tentu, hal itu rahasia Allah. Namun, dari kajian yang dilakukan ilmuan muslim, terungkap fakta mengejutkan tentang keistimewaan kota Makkah, bila ditilik dari sudut ilmu geografi (ilmu bumi) dan geologi (ilmu tanah. Sekelompok ilmuan yang dipimpin oleh Dr. Husain Kamaluddin, seorang dosen ilmu ukur bumi, telah membuktikan bahwa makkah adalah pusat bumi.

Pada mulanya, penelitian itu bertujuan untuk menemukan suatu cara yang bisa membantu seorang muslim untuk memastikan lokasi kiblat, dari tempat manapun di dunia.

"Kami katakan di dalam bumi, bukan di atas bumi, karena atmosfir mengikuti planet bumi. Dengan demikian manusia selalu berada di dalam bumi, kecuali bila ia terbang ke luar angkasa," tutur Dr. Husain mengawali penjelasan ilmiahnya.
Namun di tengah risetnya, pria ini seperti menemukan DURIAN RUNTUH. Betapa tidak, ia berhasil mengungkap fakta yang seharusnya dapat memecahkan polemik ratusan tahun tentang pusat planet bumi. Bersama timnya, ilmuan Mesir ini mendapati Makkah sebagai pusat bagi seluruh benua yang ada di bumi.

Pada mulanya ia menggambar peta bumi untuk memastikan arah kiblat dari berbagai tempat. Setelah menggambar benua-benua berdasarkan jarak setiap tempat yang ada di keenam benua serta lokasinya dari kota Makkah al-Mukarrahmah ia memulai menggambar garis-garis sejajar hanya untuk memudahkan proyeksi garis bujur dan garis lintang.

Pada penelitian pertama ini, ia sudah menemukan fakta bahwa Makkah adalah pusat bumi, karena kota suci tersebut menjadi titik pusat garis-garis itu!

Dr. Husain yang saat itu menjadi Kepala Bagian Ilmuan Ukur Bumi di Universitas Riyadh Saudi Arabia, kemudian membuat garis-garis benua dan segala perinciannya untuk kepentingan risetnya. Pekerjaanya terbantu oleh program-program komputer untuk menemukan jarak-jarak valid dan variasi-variasi berbeda, serta banyak hal lainya. Ia kagum terhadap apa yang ia temukan, bahwa Makkah memang benar-benar pusat bumi. Ia berhasil membuat lingkaran detail dengan Makkah sebagai pusatnya. Garis-garis luar lingkaran itu berada diluar benua-benua, sedangkan keliling garisnya berputar bersama garis luar benua-benua itu. Dalam riset ini, Dr. Husain bersama timnya berhasil menemukan salah satu hikmah ilahiah: mengapa Makkah al-Mukarrahmah dipilih sebagai tempat bagi baitullah!

Majalah al- 'Arabi, edisi 237, agustus 1970, Foto-foto satelit, studi-studi fotografi dan kajian lapisan bumi serta geografi yang muncul kemudian pada tahun 90an, menekankan hasil yang sama dengan penemuan Dr. Husain di tahun 70-an itu. Telah menjadi teori yang mapan secara ilmiah bahwa lempengan-lempengan bumi terbentuk selama usia geologi yang panjang bergerak secara teratur disekitar lempengan arab. Lempengan-lempengan ini terus-menerus memusat kearah itu seolah-olah menunjuk ke Makkah.

Studi ilmiah yang menghasilkan teori itu memang dilaksanakan untuk tujuan berbeda, bukan dimaksud untuk membuktikan bahwa Makkah adalah pusat dari bumi. Namun studi yang diterbitkan di dalam banyak majalah sains di Barat itu, dengan sendirinya turut menegaskan bahwa pusat planet bumi adalah kota suci umat Islam, Makkah al-Mukarramah.
Subhanallah!!

Kebenaran ilmiah itu menjadi pembuktian firman Allah berikut ini:

"Dan ini (Alqur'an) adalah kitab yang telah Kami turunkan diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Makkah) di sekelilingnya." (Surah al-An'am 92)

Dalam ayat lain, yakni pada Surah Asy-syura ayat 7.

Allah juga menyebut Makkah dengan Ummul Qura, dan negeri-negeri lain dengan "negeri-negeri disekelilingnya". Mengapa Allah menyebut Makkah sebagai Ummul Qura (induk kota-kota)? Mengapa Allah menyebut daerah-daerah selain Makkah dengan kalimat "negeri-negeri disekelilingnya"? Di pastikan melalui berbagai penemuan mutakhir di abad ini bahwa hal itu terkait dengan pusat bumi dan hal-hal yang mengelilingnya.

Kata "Ummul Qura'" berarti induk bagi kota-kota lain, dan kota-kota disekelilingnya menunjukkan Makkah adalah pusat bagi kota-kota lain, sementara yang lain hanyalah berada di sekelilingnya. Lebih dari itu, kata Ummu (Ibu) mempunyai arti yang penting di dalam kultur Islam. Sebagaimana seorang Ibu yang menjadi sumber keturunan, maka Makkah juga merupakan sumber dari semua negeri lain.

Selain itu, kata "ibu" memberi Makkah keunggulan diatas semua kota lain. Karena Makkah juga disebut Bakkah, tempat dimana umat Islam melaksanakan haji itu, terbukti sebagai tempat yang pertama diciptakan.

Telah menjadi kenyataan ilmiah bahwa bola bumi ini pada mulanya tenggelam di dalam air (Samudera yang sangat luas). Kemudian gunung api di dasar samudera meletus dengan keras dan mengirimkan lava dan magma dalam jumlah besar dan membentuk "bukit". Bukti inilah yang kemudian menjadi tempat Allah memerintahkan untuk menjadikannya lantai dari Ka'bah (Kiblat).

Batu basal Makkah dibuktikan oleh suatu studi ilmiah sebagai batu paling purba di bumi. Jika demikian, ini berarti bahwa Allah terus-menerus memperluas dataran ini.

Adakah Hadist Nabi yang menunjukkan fakta mengejutkan ini? Jawabannya adalah "Ya!"

Nabi bersabda, "Ka'bah itu seperti tanah di atas air, dari tempat itu bumi ini diperluas."

Menjadi tempat yang Pertama diciptakan menambah sisi spiritual tempat tersebut. Allah telah memuliakan Makkah saat Dia menjadikanya sebagai pusat ibadah umat Islam, terutama ibadah haji. Allah juga berkehendak menjadikan rumah yang digunakan untuk menyembah-Nya terletak di Makkah, sebagai kota tujuan umat muslim dalam haji dan umrah.

Makkah berada di tengah bumi, sejalan dengan makna firman Allah dalam Surah al-Baqarah:

"Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil." (Surah Al-Baqarah 143).

Kata "adil" pada ayat di atas diterjemahkan dari kata wasath, yang dalam bahasa arab berarti "tengah-tengah."

Bagi yang mempercayai mujizat angka dalam Alquran akan menemukan fakta bahwa ayat yang menegaskan tentang tengah-tenganya umat Islam ini terdapat pada ayat 143, dan itulah tengah-tengahnya surah Al-Baqarah yang memiliki 286 ayat. Maha Besar Allah..!

¤ Greenwich atau Makkah

Sejumlah pakar Islam dibidang geologi dan ilmu syariah mulai mengkampanyekan persamaan waktu dunia dengan merujuk waktu Makkah Al-Mukarramah. Hal tersebut dimaksudkan untuk menganti persamaan waktu Greenwich (GMT) yang selama ini digunakan banyak penduduk dunia.

Menurut sejumlah kajian ilmiah, Makkah lah yang seharusnya menjadi pusat bumi. Persoalan tersebut muncul dalam Konferensi Ilmiah bertajuk "Makkah Sebagai Pusat Bumi, Antara Teori Dan Praktek".

Konferensi yang diselenggarakan di ibukota Qatar, Duha pada tahun ini (2009) menyimpulkan tentang acuan waktu Islam berdasarkan kajian ilmiah yakni Makkah. Konferensi juga menyeru pada umat Islam agar mengganti acuan waktu dunia yang selama ini merujuk pada Greenwich.

Konferensi juga dihadiri oleh Syaikh Dr. Yusuf al khiradawih, dan juga sejumlah pakar geologi Mesir seperti Dr. Zaghlul Najjar , dosen ilmu bumi di Wales University di Inggris, serta Ir. Yaseen Shahab, seorang sainstis yang melopori jam Makkah.
Dr. Khiradawih dalam kesempatan itu menyampaikan dukungannya agar umat Islam dan juga dunia menggunakan acuan waktu Makkah sebagai acuan waktu yang sejati, karena Makkah adalah pusat bumi.

"Kami menyambut kajian ilmiah dengan hasil yang menegaskan kemuliaan kiblat umat Islam. Meneguhkan lagi teori bahwa Makkah merupakan pusat bumi adalah sama dengan penegasan jati diri keislaman dan menopang kemuliaan umat Islam atas agama, umat dan beradaban," jelas Qadhawi yang juga ketua Asosiasi Ulama Islam Internasional itu. Terkait Makkah sebagai pusat bumi Dr. Zaghlul Najjar mengamini penelitian saintifik yang dilakukan oleh Dr. Husain Kamaluddin di atas, bahwa ternyata Makkah Mukarramah memang menjadi pusat bumi.

Hasil penelitiannya yang dipublikasikan oleh The Egyptian Scholars of The Sun and Space Research Center yang berpusat di Kairo itu, melukiskan peta dunia baru, yang dapat menunjukkan arah Makkah dari kota-kota lain di dunia. Dengan menggunakan perkiraan matematik dan kaidah yang disebut "spherical triangel". Dr. Husain menyimpulkan kedudukan Makkah betul-betul berada ditengah-tengah dataran bumi. Sekaligus membuktikan bahwa bumi ini berkembang dari Makkah.

Ada banyak argumentasi ilmiah untuk membuktikan bahwa Makkah merupakan wilayah nol bujur sangkar yang melalui kota suci tersebut, dan ia tidak melewati Greenwich di Inggris. GMT dipaksakan pada dunia ketika mayoritas negeri berada di dunia berada di bawah jajahan Inggris. Jika waktu Makkah yang diterapkan, maka mudah bagi setiap orang untuk mengetahui waktu shalat. Sekaligus akan mengakhiri kontroversi lama yang dimulai empat ekade lalu tentang rujukan waktu dunia. Kini menjadi keharusan bagi umat dan media Islam untuk terus mengkampayekan kebenaran ini.

¤ Abraj Al-Bait.

Dibangunnya jam raksasa di kota Makkah akan menjadi acuan waktu umat Muslim di Dunia dan memudarkan dominasi Jam Big Ben di London yang lebih dikenal dengan GMT.

Greenwich Mean Time atau lebih dikenal dengan GMT ditantang oleh sebuah jam raksasa baru yang dibangun di Makkah. Jam tersebut ditempatkan di atas Makkah Royal Clock di dalamnya terdapat hotel, pusat perbelanjaan, dan ruang konferensi.

Walau belum selesai 100 persen, jam raksasa sudah berfungsi tepat di hari pertama bulan puasa Jam akan berjalan berdasarkan Standar Waktu Arabia (AST).

Para ulama Islam percaya kota Makkah adalah pusat bumi dikarenakan kota suci itu merupakan 'zona nol magnet' sehingga orang yang tinggal di Makkah akan terhindar dari gravitasi bumi, ia akan lebih sehat, mendapatkan energi baru dan hidup lebih lama.

Dengan dibangunnya jam ini diharapkan 1.5 Milyar warga Muslim dunia akan mengacu waktunya dari kota Makkah. Jam raksasa ini merupakan Menara tertinggi kedua di dunia (557 M) setelah Menara Dubai (828 M). Makkah memang luar biasa, bukan saja karena di tanah Arab itulah Bumi Para Nabi, tapi disanalah berada ka'bah kiblat bagi umat Muslim.
Bahkan, kawasan Masjidil Haram semakin tua justru semakin cantik. Tempat ibadah yang nyaman, sementara bercgai hotel berbintang berdiri megah mencakar langit. Terbaru, secgai mana dilansir kartor berita Associated (AP), kemarin negara yang didirikan Abdul Azis As-sa?ud itu resmikan mengoprasionalkan jam dinding terbesar di dunia. Ingat bagaimana kemegahan jam raksasa dipusat London Big Ben? Inilah tandingannya. Jam raksasa dengan empat sisi itu terpancang dipucuk sebuah tower setinggi 600M atau setara 1970 kaki. Bangunan ini bahkan menjadi bangunan tertinggi nomer dua di dunia setelah menara Dubai Burj Khalifa di Uni Emirat Arab.

Jam yang lebih dari satu abad diakui sebagai pusat waktu dunia atau Greenwitch Mean Time (GMT) itu, tertandingi dengan jam di Makkah tersebut. Telegraph, melaporkan, jan tersebut ditempatkan di atas Makkah Royal Clock Tower yang mendominasi kota suci Islam itu. Ini adalah jantung dari sebuah kompleks luas yang didanai pemerintah Arab Saudi, di dalamnya terdapat hotel, pusat perbelanjaan, dan ruang konferensi.

Dari penampilan memang menara Jam raksasa itu menyaru menara st stephen tempat untuk lonceng Big Ben dan Empire State Building. Menara jam saudi itu memang bertujuan untuk mengalahkan saingannya di Inggris tersebut dalam segala segi.

¤ Makkah Pusat dari Lapisan-Lapisan Langit.

Ada beberapa ayat dan Hadist Nabawi yang menyiratkan fakta ini. Allah berfirman, "Hai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan." (ar-Rahman 33)

Kata aqthar adalah bentuk jamak dari kata 'qutr' yang berarti diameter, dan ia mengacu pada langit dan bumi yang mempunyai banyak diameter.

Dari ayat ini dan dari beberapa hadist dapat dipahami bahwa diameter lapisan-lapisan langit itu di atas diameter bumi (tujuh lempengan bumi). Jika Makkah berada di tengah-tengah bumi, maka itu berarti bahwa Makkah juga berada di tengah-tengah lapisan-lapisan langit.

Selain itu ada hadist yang mengatakan bahwa Masjidil Haram di Makkah, tempat ka'bah berada itu ada di tengah-tengah tujuh lapisan langit dan tujuh bumi (maksudnya tujuh lapisan pembentuk bumi).

Nabi bersabda, "Wahai orang-orang Makkah, wahai orang-orang Quraisy, sesungguhnya kalian berada di bawah pertengahan langit".

¤ Thawaf di sekitar Makkah

Dalam Islam, ketika seseorang thawaf di sekitar ka'bah, maka ia memulainya dari Hajar Aswad, dan gerakannya harus berlawanan dengan arah jarum jam. Hal itu adalah penting mengingat segala sesuatu di alam semesta dari atom hingga galaksi itu bergerak berlawanan dengan arah jarum jam.

Elektron-elektron di dalam atom mengelilingi nukleus secara berlawanan dengan jarum jam. Di dalam tubuh, sitoplasma mengelilingi nukleus suatu sel berlawanan dengan arah jarum jam. Melekul-melekul protein-protein terbentuk dari kiri ke kanan berlawanan dengan arah jarum jam. Darah memulai gerakannya dari kiri kekanan berlawanan dengan arah jarum jam.

Di dalam kandungan para ibu, telur mengelilingi diri sendiri berlawanan dengan arah jarum jam. Sperma ketika mencapai indung telur mengelilingi diri sendiri berlawanan dengan arah jarum jam. Peredaran darah manusia mulai gerakan berlawanan dengan arah jarum jamnya. Perputaran bumi pada porosnya dan di sekelilingnya matahari secara berlawanan dengan arah jarum jam.

Perputaran matahari pada porosnya berlawanan dengan arah jarum jam. Matahari dengan semua sistimnya mengelilingi suatu titik tertentu di dalam galaksi berlawanan dengan arah jarum jam. Galaksi juga berputar pada porosnya berlawanan dengan arah jarum jam.


¤ Dikutip dari
http://april67.blogspot.com.

¤ Sumber dari
http://unikboss.blogspot.com/2010/10/makkah-sebagai-pusat-bumi-pusat-waktu.html.