Selasa, 10 Juli 2012

TEROMPET SANGKAKALA 1

 

Allah akan memerintahkan malaikat Israfil untuk meniup ‘Shur’ (terompet sangkakala) sebanyak tiga kali tiupan bila waktu kehancuran dunia dan alam semesta (kiamat) telah tiba.

Tiupan Pertama, Tiupan Guncangan

Allah berfirman:
“Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang dilangit dan di bumi, kecuali siapa-siapa dikehendaki Allah. Dan mereka semua akan datang menghadapnya dengan merendahkan diri.”
(An Naml: 87)

Tiupan yang pertama ini adalah panjang dan menyebabkan keguncangan dan kepanikan semua yang berada di langit dan di bumi, kecuali orang-orang yang dikehendaki oleh Allah, yaitu para Nabi dan para syahid. Tiupan ini akan menggetarkan dan membuat panik semua yang hidup, sedangkan para Rasul dan Syahid adalah hidup disisi Tuhan mereka, maka Tuhanpun melindungi mereka dari guncangan tiupan ini.

 Tiupan ini akan mengguncangkan bumi seguncang-guncangnya, mendatarkan gunung dengan bumi selumat-lumatnya, meletuskan gunung-gunung dengan sangat sehingga menjadi debu yang bertebaran, membuat laut-laut saling beradu dan mengeluarkan api yang menyala, langit akan pecah secara luar biasa dan hilanglah hukum grafitasi yang biasa kita kenal, bintang-bintang berjatuhan, planet-planet saling bertubrukan, bersatulah matahari dengan bulan dan hilanglah cahaya benda tersebut, setelah itu keadaan alam semesta kembali seperti sebelum Allah menciptakannya yaitu hanya berupa kabut dan gas (asap).

Allah berfirman:
”Hai manusia, bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya guncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang amat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat keguncangan ini; lalai lah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusukannya dan gugurlah semua kandungan seluruh wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal mereka semua tidak mabuk, akan tetapi adzab Allah itu sangat kerasnya.”
(Al Hajj: 1-2)

TEROMPET SANGKAKALA 2

Tiupan Kedua, Tiupan Kejutan (Pingsan) dan Kematian

 

Malaikat Israfil akan diperintahkan oleh Allah untuk meniupkan ‘Shur’ (terompet sangkakala) sebanyak tiga kali tiupan bila kiamat telah tiba. Setelah tiupan pertama, Allah memerintahakan ‘Shur’ pada kali yang kedua.

Pada tiupan kedua ini, maka terkejutlah (pingsan) dan matilah semua makhluk yang berada di langit dan di bumi (termasuk para nabi dan syahid) kecuali mereka-mereka yang dikehendaki oleh Allah, yaitu: Jibril, Mikail, Israfil, Izrail dan empat malaikat pembawa Arsy. Malaikat para pembawa ‘Arsy adalah berjumlah empat malaikat, maka apabila telah berdiri hari kiamat bergabunglah mereka kepada empat malaikat yang lain.

Allah berfirman:
“Dan ditiuplah sangkakala maka matilah siapa yang ada di langit dan di bumi kecuali siapa-siapa yang dikehendaki oleh Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (keputusannya masing-masing).”
(Az Zumar: 68)

Kemudian Allah memerintahkan malaikat maut untuk mencabut nyawa Jibril, Mikail, Israfil dan para malaikat pembawa Arsy yang empat, maka tidak ada yang tersisa kecuali Allah dan malaikat maut.
Kemudian Allah berkata kepada malaikat maut:
“Wahai malaikat maut, kamu adalah salah satu dari makhluk-makhluk Ku, maka sekarang matilah kamu”, dengan demikian matilah malaikat maut dan tidak ada yang tersisa kecuali Allah Yang Maha Perkasa, Yang Hidup, Yang tidak pernah mati, Yang Awal Yang tidak ada sebelumnya sesuatu apa pun, Yang Akhir Yang tidak ada sesudahnya sesuatu apapun.

Kemudian Allah berkata: “Akulah raja, Akulah Penguasa, Dimanakah raja-raja bumi? Dimakah para penguasa? Dimanakah orang-orang yang sombong? Dan untuk siapakah kekuasaan pada hari ini? Maka Dzat menjawab dengan berkata: “Bagi Allah yang Maha Esa lagi Perkasa.”

Keadaan alam semesta akan tetap seperti diatas selama 40 hari sebagaimana yang diterangkan oleh hadis shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim dari Abi Hurairah:
“Antara dua tiupan adalah 40”, orang-orang bertanya: “40 harikah wahai Abu Hurairah?”, ia menjawab: “Saya tidak tahu dan saya enggan untuk menjawab”, mereka bertanya lagi: “40 tahunkah?”, Abu Hurairah menjawab: “Saya tidak tahu dan saya enggan untuk menjawab”, mereka bertanya lagi: “40 bulankah?”, Ia menjawab: “Saya tidak tahu dan saya enggan untuk menjawab.”

Kemudian setelah itu Allah menurunkan hujan dari langit seperti gerimis atau bayangan (naungan), yangmana dengannya tumbuhlah semua jasad makhluk dan sesungguhnya semua manusia akan hancur kembali kecuali “ekor yang terakhir” (tulang yang ada dipunggung paling bawah), darinyalah tumbuh tubuh atau jasad dan tersusun kembali.

Setelah sempurna penciptaan tersebut kemudian Allah menghidupkan Israfil sebagai makhluk yang dihidupkan, kemudian memerintahkan untuk berseru dengan mengatakan: “wahai tulang-tulang yang hancur, sendi-sendi yang terputus, bagian-bagian yang terpisah dan rambut-rambut yang tercabik sesungguhnya Allah memerintahkan kamu untuk bersatu kembali untuk keputusan keadilan..”
(Lihat bab: Hasyiyat Asshary terhadap Tafsir Jalalain, 3:328 pada ayat 53, surat Yasin, yaitu yang berarti: “Sesungguhnya ia hanyalah sekali tiupan saja, maka tiba-tiba mereka sudah dihadirkan di hadapan kami)


Tiupan Ketiga, Tiupan Kebangkitan

Pada ‘Shur’ (terompet sangkakala) terdapat lobang-lobang yang banyak sesuai dengan jumlah roh atau nyawa semua makhluk, maka Israfil pun meniupnya dan terbanglah semua roh ke jasadnya masing-masing. Arwah kaum Mukminin akan terbang dengan memancarkan nur (cahaya) sedangkan arwah kaum kafir akan menimbulkan kegelapan, kemudian Allah berkata: “Demi kebesaran dan keperkasaanku semua roh harus benar-benar kembali kepada jasadnya yang dulunya ia huni di dunia”.

Dengan demikian bersemayamlah setiap roh di jasadnya dan setiapnya akan bangun dari kuburnya masing-masing sedangkan kepalanya masih bergelimang tanah, dan berkatalah orang-orang kafir: “Inilah adalah hari yang sulit”, sedangkan orang-orang Mu’min berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kami”.


Allaahumma innaa nas'alukal 'afwa wal'aafiyata fiadiini waddun-yaa wal-aakhiroh.

Ya Allah ! Kami memohon keampunan dan kesejahteran dalam agama, di dunia dan akhirat



Senin, 02 Juli 2012

Ringkasan Sirah RASULULLAH S.A.W

 
Segala puji bagi Allah SWT pencipta langit dan bumi, pencipta cahaya dan kegelapan, yang mengumpulkan para makhluk di hari perhitungan, hari kemenangan bagi orang yang berbuat baik dan kesengsaraan bagi ahli maksiat. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah tiada sekutu baginya, dengan persaksian yang bisa membawa kepada kebahagiaan di hari kiamat. Semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW pemimpin para nabi dan rasul, keluarga dan para sahabatnya yang mulia.

Amma ba’du, ini adalah ringkasan dari sejarah Rasulullah Muhammad SAW yang penting untuk diketahui oleh setiap muslim. Harapan kami, semoga ia bermanfaat untuk para pembaca.

                   


                                             
                                              Nasab Rasulullah SAW

        Beliau adalah Abu al-Qasim Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutthalib bin Hasyim bin bin Qusay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin an-Nadhr bin Kinanah bin Khuzaima bin Mudrikah bin Ilyas bin bin Mudhar bin Nizar bin Maad bin Adnan bin Udad bin al-Muqawwam bin Nahur bin Tayrah bin Ya’rub bin Yasyjub bin Nabit bin Ismail bin Ibrahim “Kekasih Allah” (alaihima as-salam) bin Tarih atau Azar bin Nahur bin Saru’ bin Ra’u bin Falikh bin Aybir bin Syalikh bin bin Arfakhsyad bin Sam bin Nuh (alaihis salam) bin Lamk bin Mutusyalkh bin Akhnukh –yaitu Nabi Idris keturunan Nabi Adam yang pertama menjadi nabi dan yang menulis dengan pena– bin Yarda bin Mahlil bin Qinan bin Yanish bin Syits bin Adam alaihissalam.






Nasab ini disebutkan oleh Muhammad bin Ishak bin Yasar al-Madani di salah satu riwayatnya. Nasab Rasulullah sampai Adnan disepakati oleh para ulama, sedangkan setelah Adnan terjadi perbedaan pendapat. Yang dimaksud Quraisy adalah putra Fihr bin Malik atau an-Nadhr bin Kinanah.

Ibu Rasulullah SAW.
Ibunya adalah Aminah binti Wahb bin Abdimanaf bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib.

Kelahiran Rasulullah saw.

Beliau dilahirkan di Mekah pada tahun Gajah bulan Rabiul Awal, tanggal dua, hari Senin. Sebagian ulama mengatakan bahwa beliau dilahirkan setelah tiga puluh tahun dari tahun gajah. Sebagian lagi mengatakan setelah empat puluh tahun dari tahun gajah. Pendapat yang benar adalah pada tahun gajah.

Kematian Ayah, Ibu, dan Datuknya

Ayahnya meninggal dunia ketika ia berusia dua puluh lapan bulan. Menurut sebahagian ulama usianya tujuh bulan ketika ayahnya meninggal. Ada lagi yang berpendapat bahwa ayahnya meninggal di perkampungan an-Nabighah ketika ia masih janin. Dan dikatakan pula bahwa ayahnya wafat di daerah Abwa yang terletak antara Makkah dan Madinah.
Abu Abdillah Zubair bin Bakkar az-Zubairi berkata: Abdullah bin Abdul Mutthalib wafat di Madinah ketika Muhammad berusia dua bulan.
Sedangkan ibunya meninggal dunia ketika ia berusia empat tahun. Sementara datukya meninggal dunia ketika usia Muhammad lapan tahun. Dikatakan pula bahawa ibunya wafat ketika ia berusia enam tahun.

Kematian Ayah, Ibu, dan Datuknya

Ayahnya meninggal dunia ketika ia berusia dua puluh lapan bulan. Menurut sebahagian ulama usianya tujuh bulan ketika ayahnya meninggal. Ada lagi yang berpendapat bahwa ayahnya meninggal di perkampungan an-Nabighah ketika ia masih janin. Dan dikatakan pula bahwa ayahnya wafat di daerah Abwa yang terletak antara Makkah dan Madinah.
Abu Abdillah Zubair bin Bakkar az-Zubairi berkata: Abdullah bin Abdul Mutthalib wafat di Madinah ketika Muhammad berusia dua bulan.
Sedangkan ibunya meninggal dunia ketika ia berusia empat tahun. Sementara datukya meninggal dunia ketika usia Muhammad lapan tahun. Dikatakan pula bahawa ibunya wafat ketika ia berusia enam tahun.

Penyusuan Muhammad Rasulullah SAW

Nabi Muhammmad SAW disusui oleh Tsuwaibah budak Abu Lahab bersama dengan penyusuan Hamzah bin Abdul Mutthalib dan Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad al-Makhzumi dengan air susu anaknya yang bernama Masruh. Kemudian Muhammad SAW disusui oleh Halimah binti Abi Dzuaib as-Sa’diyah.
Nama-nama Rasulullah SAW
Jubair bin Mut’im berkata, Rasulullah SAW bersabda:
‘Saya adalah Muhammad, saya adalah Ahmad, saya adalah al-Mahi yang dengan sebabku Allah SWT menghapus kekufuran, saya adalah al-Hasyir yang mengumpulkan manusia, saya adalah al-A’qib yang tidak ada nabi lagi setelahku’. (Hadis sahih diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)
Abu Musa Abdullah bin Qais berkata: “Rasulullah SAW memberikan dirinya beberapa nama di antaranya ada yang kami hafal. Beliau mengatakan:
‘Saya Muhammad, saya Ahmad, saya al-Muqaffi, saya Nabi taubat dan Nabi rahmat.’ Dalam riwayat lain: ‘dan Nabi peperangan’.” (Hadis sahih diriwayatkan oleh Muslim)
Jabir bin abdillah berkata, Rasulullah SAW bersabda:
‘Saya Ahmad, saya Muhammad, saya al-Hasyir (yang mengumpulkan), saya al-Mahi (yang dengan sebabku Allah SWT menghapus kekefuran), dan pada hari kiamat nanti panji kemuliaan berada di tanganku. Aku pemimpin para rasul dan pemilik syafaat mereka.”
Allah SWT memberikan nama kepadanya di dalam Al-Quran dengan nama Basyir (pembawa kabar baik), Nadzir (pembawa berita buruk), Rauf (lemah lembut), Rahim (penyayang), dan Rahmatan lilalamin (pembawa rahmat buat alam semesta).
Masa kecilnya di Mekah, perjalanannya menuju Syam bersama pakciknya Abu Talib dan pernikahannya dengan Khadijah.
Muhammad dalam keadaan yatim piatu diasuh oleh datukya Abdul Mutthalib kemudian oleh pakciknya Abu Talib.
Allah SWT mensucikannya dari kotoran-kotoran jahiliyah dan dari semua aib. Allah SWT menganugerahkan semua sifat-sifat yang baik sehingga Beliau dikenal di kalangan kaumnya dengan julukan Al-Amin (orang yang jujur) karena amanah, kejujuran dan kesuciannya.
Ketika usianya mencapai dua belas tahun ia mengadakan perjalanan ke Syam bersama pamannya. Ketika sampai di Bushra seorang pendeta bernama Bahira melihatnya. Ia mengenalnya dengan ciri-ciri yang ada pada Muhammad SAW. Buhaira mendatangi Muhammad, mengambil tangannya dan berkata: “Inilah tuan untuk semesta alam, inilah utusan Rabb semesta alam, inilah nabi yang akan diutus untuk semesta alam.” Buhaira ditanya: “Dari mana kamu tahu hal ini?” Ia berkata: “Sesungguhnya ketika kalian datang dari Aqabah tidak ada pepohonan dan bebatuan kecuali semuanya sujud. Dan ini tidak dilakukan kecuali kepada nabi. Dan kami mendapatkan hal ini dari kitab suci kami.” Kemudian ia meminta Abu Talib untuk kembali bersamanya karena khuatir terhadap kejahatan orang-orang Yahudi kepadanya.
Kemudian Muhammad mengadakan perjalanan ke Syam yang kedua kali bersama Maysarah pembantu Khadijah RA untuk berniaga di pasar kota Bushra sebelum Khadijah dinikahi oleh Muhammad.
Ketika Muhammad berusia dua puluh lima tahun, baginda menikahi Khadijah. Dan ketika usianya empat puluh tahun Allah SWT memilihnya untuk membawa risalah-Nya. Jibril mendatanginya ketika Muhammad berada di gua Hira yang terletak di sebuah gunung di Makkah. Semenjak itu jadilah Baginda sebagai Rasullullah. Beliau berdakwah di Mekah selama tiga belas tahun, menurut pendapat lain lima belas tahun atau sepuluh tahun, pendapat yang benar adalah tiga belas tahun.
Rasulullah SAW solat menghadap Baitul Maqdis selama di Makkah tanpa membelakangi Ka’bah tetapi menjadikan Ka’bah di depannya. Setelah hijrah ke Madinah, Rasulullah SAW solat menghadap ke Baitul Maqdis selama tujuh belas atau enam belas bulan.

Hijrah Rasulullah SAW
Rasulullah SAW hijrah ke Madinah bersama Abu Bakar as-Siddiq ra dan budaknya Amir bin Fuhairah serta seorang penunjuk jalan Abdullah bin al-Uraiqit al-Laitsi yang masih kafir. Selanjutnya Rasulullah SAW berdakwah di Madinah selama sepuluh tahun.

Wafatnya
Rasulullah SAW wafat dalam usia enam puluh tiga tahun. Ada juga pendapat yang mengatakan Beliau wafat dalam usia enam puluh lima atau enam puluh, namun pendapat pertama adalah pendapat yang benar.
Rasulullah SAW wafat pada waktu dhuha hari Isnin dua belas Rabiul Awal. Pendapat lain mengatakan tanggal dua atau tanggal satu Rabiul Awal.
Beliau dimakamkan pada malam Rabu. Pendapat lain mengatakan malam Selasa. Sebelum wafat, Rasullullah SAW menderita sakit selama dua belas atau empat belas hari.
Rasulullah SAW dimandikan oleh Ali bin Abi Talib, pakciknya Abbas, al-Fadhl bin Abbas, Qutsam bin Abbas, Usamah bin Zaid dan Syuqran serta dihadiri pula oleh Aus bin Khaula al-Anshari.
Beliau dikafani dengan tiga lapis kain putih yang dibuat di Sahul –sebuah negeri di Yaman — tanpa gamis dan serban. Kemudian kaum muslimin mensolatinya sendiri-sendiri tanpa jamaah.
Jasad Rasulullah SAW diletakkan di atas sehelai kain merah yang dipakainya untuk selimut lalu dimasukkan ke dalam kubur oleh Abbas, Ali, al-Fadhl, Qutsam dan Syuqran kemudian ditutup dengan sembilan batu.
Rasulullah SAW dimakamkan di tempat Beliau wafat yaitu sekitar tempat tidurnya di kamar Aisyah ra dan di tempat itu pula dimakamkan Abu Bakar ra dan Umar ra.

Putra-putri Rasulullah SAW
Rasulullah SAW memilik tiga orang putra yaitu:
1. Al-Qasim, dilahirkan di Makkah sebelum Muhammad diangkat menjadi Nabi. Al-Qasim meninggal di Mekah pada usia dua tahun. Namun menurut Qatadah, Al-Qasim meninggal ketika ia sudah boleh berjalan.
2. Abdullah, dinamakan juga dengan at-Thayyib (yang baik) dan at-Thahir (yang suci) karena ia dilahirkan sesudah Islam. Ada pendapat yang mengatakan bahwa at-Thayyib dan at-Thahir ini adalah putra Rasulullah SAW yang lain, namun pendapat pertama adalah yang benar.
3. Ibrahim, dilahirkan dan wafat di Madinah tahun sepuluh hijriah pada usia tujuh belas atau lapan belas bulan. Ada pendapat yang mengatakan Rasulullah SAW memiliki putra lain yang bernama Abdul Uzza tapi pendapat ini sangat lemah karena Allah SWT telah mensucikan dan melindungi Nabi SAW dari hal demikian (penamaan anak Abdul Uzza yang berarti hamba Uzza nama salah satu berhala Quraisy-pentj.)


Sabtu, 30 Juni 2012

NAMA-NAMA NABI
 MUHAMMAD SAW


ALLAH SWT mempunyai asmaul husna. Sedangkan Nabi MUHAMMAD Rasulullah saw memiliki nama-nama indah sebutan untuk beliau.
Berikut diantara nama-nama itu.

¤ MUHAMMAD SAW
Nabi yang mempunyai kebiasaan memuji Allah, maka pantaslah bila beliau mendapatkan gelar 'ABDAN SYAKURA, yaitu hamba Allah yang selalu bersyukur dan memuji Allah swt.

¤ AHMAD SAW
Nabi yang perbuatanya selalu terpuji. Nabi Muhammad merupakan figur yang dapat dijadikan panutan segala perbuatan. Seluruh perbuatan yang dikerjakan adalah cerminan dari seluruh ajaran al-Qur'an yang suci. Untuk itulah sangat pantas bila beliau mendapatkan pujian dan pujaan dikarenakan perbuatan yang selalu terpuji (istabaana annahu mustahiqqu lil-hamdi). Sebutan Ahmad ini juga dikutib dari firman Allah, surat Ash-Shaaf ayat 6.

¤ HAMID SAW
Nabi yang berhak mendapatkan pujian. Adalah Nabi Muhammad pantas sekali untuk mendapatkan pujian dikarenakan kualitas kebaikan pribadinya yang tidak tertandingi oleh makhluk Allah yang lainya.

¤ MAHMUD SAW
Nabi yang terpuji. Dalamg al-Qur'an telah disebutkan bahwa Nabi Muhammad merupakan suri tauladan yang baik. Seluruh amaliah yang dilakukannya sangatlah terpuji dan berhak untuk dipuji.

¤ AHID SAW
Nabi yang mempersatukan. Kenabian Muhammad bin Abdullah mampu menyatukan antar suku dan qabilah yang terpecah-pecah sebelum adanya risalah Islam. Kondisi perpecahan itu berubah setelah Muhammad 'merukunkannya' dalam persaudaraan Islam yang mulia.

¤ HASYIR SAW
Nabi yang menghimpun umatnya. Adalah Nabi Muhammad yang menghimpun umatnya ke dalam ikatan tauhid yang kuat, dengan menjadikan shalat jamaah sebagai perekatnya. Inilah salah satu kedahsyatan ajaran Islam.

¤ 'AQIB SAW
Penerus para Nabi. Maksudnya setelah Nabi Muhammad saw tidak mungkin ada pengangkatan nabi lagi. Jadi beliau merupakan generasi terakhir dari para nabi dan rasul Allah yang mengemban misi kenabian dan kerasulan sekaligus.

¤ THAYYIB SAW
Nabi membawa kebaikan. Nabi Muhammad mengajarkan segala apa yang baik-baik yang diridhai Allah. Karena ajarannya yang serba baik, maka yang dilakukan, dimakan, didengar, dipelihara, dipertahankan, juga hanya yang baik-baik.

¤ SAYID SAW
Nabi yang dipertuan. Nabi Muhammad adalah tuan dari para nabiyullah dan rasulullah, pantas untuk dipertuankan karena akhlaknya yang mulia.

¤ RASUL SAW
Nabi yang diutus Allah. Kenabiannya sekaligus merupakan kerasulannya. Hal ini disebabkan, nabi belumlah tentu rasul sedangkan rasul pasti nabi. Begitu pula dengan Nabi Muhammad, beliau adalah seorang utusan Allah (Rasulullah).

¤ NABI SAW
Nabi pembawa berita. Nabi Muhammad mengemban risalah untuk menyebarkan 'berita-berita besar' dari Allah swt untuk segenap ummat manusia. Berita yang dibawah adalah berita kebenaran, dan berita mengenai ancaman bagi orang-orang yang mendustakan ajaran-Nya.

¤ NABIYUR-RAHMA SAW
Nabi pembawa rahmat. Maksudnya kehadiran Nabi Muhammad saw ke dunia adalah sebagai pembawa dan penebar kasih sayang atas seluruh alam beserta isinya.

¤ MUQAFFI SAW
Yang datang mengikuti jejak para nabi. Sebagai mana diketahui, kenabian Muhammad saw merupakan penerus nabi-nabi terdahulu, yaitu sama-sama mengajarkan nilai-nilai tauhid kepada segenap ummat manusia.

¤ NABIYUL-MALAAHIM SAW
Nabi yang mengalami beberapa kali peperangan. Di antaranya yang dikenal seperti Perang Badar (Maret 624M), Perang Uhud (Maret 625M), Perang Parit (Maret 627), Dan Perang Tabuk.

¤ NABIYUT-TAUBAH SAW
Nabi pengajar taubat. Maksudnya Islam diajarkan Nabi Muhammad saw dengan segala kesederhanaanya, dengan menjelaskan bahwa Allah itu mempunyai sifat Maha Pengampun dan Penerima taubat hamba-Nya selagi para hamba tersebut mau bertaubat dengan sungguh-sungguh.

¤ KAMIL SAW
Nabi yang sempurna. Maksudnya di antara para nabi Allah dan segenap umat manusia, Nabi Muhammadlah manusia yang sekaligus nabi yang paling sempurna dan paripurna.

¤ MUDASTIR SAW
Nabi yang berselimut. Sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur'an surat ke-74 ayat pertama, Nabi Muhammad Mendapat seruan dari Allah swt untuk memulai dakwanya. Bertepatan dengan turunnya ayat tersebut beliau sedang berselimu atau berkemul.

¤ 'ABDULLAH SAW
Hamba Allah. Nabi Muhammad adalah seorang manusia seperti kebanyakan. Karena itu beliau juga seorang hamba Allah yang punya kewajiban sebagaimana hamba yang lain. Nabi juga bertanggung jawab mengajak segenap ummat manusia untuk menyembah dan mengabdi hanya kepada Allah swt.

¤ HABIBULLAH SAW
Kekasih Allah. Nabi Muhammad adalah kekasih Allah yang terkasih diantara para nabi dan rasul-Nya. Untuk itu baru beliau yang dapat melihat Allah secara langsung, yakni ketika menerima perintah shalat lima waktu dalam mi'rajnya di mustawa.

¤ KHATAMUL-AMBIYA' SAW
Penutup para nabi. Adalah Nabi Muhammad sebagai penutup para nabi. Kenabiannya tidak lagi disertai dengan nabi penerusnya hingga akhir zaman.

¤ KHATAMUR-RUSULI SAW
Penutup para rasul. Rasulullah Muhammad saw adalah rasul penutup dari seluruh rasul-rasul Allah swt. Kerasulannya menandai berakhirnya kelahiran rasul setelah Rarulullah saw.

¤ NASHIR SAW
Nabi yang suka menolong. Nabi Muhammad dikenal masyarakat Arab ketika itu sebagai orang yang suka menolong sesdmanya. Bahkan kepada musuh-musuhnya sekalipun, beliau tak segan-segan untuk mengulurkan pertolangan.

¤ MANSHUR SAW
Nabi yang mendapat kemenangan. Dalam peristiwa peperangan atau penderitaan yang dialami, beliau dan sahabatnya selalu mendapat kemenangan, sekalipun pada awalnya berkubang dengan kesengsaraan.

¤ RASULUR-RAHMAH SAW
Utusan Allah yang membawa rahmah. Rasulullah saw adalah utusan Allah yang mengemban misi kerahmatan bagi alam semesta.

¤ BASYIR SAW
Nabi pembawa berita gembira. Ia pembawa berita gembira bagi orang-orang yang mengimani kenabian Muhammad bin Abdullah saw. Yaitu berita tentang balasan pahala di surga bagi orang yang beriman dan memasrahkan hidupnya hanya kepada Allah swt.

¤ NADZIR SAW
Nabi membawa peringatan / ancaman. Ia pemberi peringatan kepada orang-orang yang belum beriman dan tidak beriman. Ia mengancam kaum yang menentangnya dengan siksa akhirat yang luar biasa berat.

¤ MUNDZIR SAW
Nabi yang bertugas memberikan peringatan. Adalah Nabi saw yang senantiasa memberikan peringatan kepada ummatnya, karena dilandasi oleh rasa kasih sayang terhadap sesama.

¤ NUR SAW
Nabi pembawa cahaya. Muhammad saw dengan risalahnya membawa ummat manusia dari kegelapan menuju cahaya ilahiah demi kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

¤ MAHDI SAW
Nabi pembawa petunjuk. Ia memberikan petunjuk kepada segenap ummat manusia, untuk berjalan lurus atas ketetapan Allah swt. Bagaimana bentuk jalan itu, juga ditunjukkannya secara gamblang.

¤ MUNIR SAW
Nabi sumber cahaya. Baginda Nabi merupakan sosok pribadi yang bercahayakan ilahiah. Ia adalah penghapus kegelapan dengan terangnya cahaya ketuhanan.

¤ AMIN SAW
Nabi yang jujur. Ia merupakan pribadi yang sangat jujur. Kejujurannya dikenal masyarakatnya semenjak ia masih usia muda. Dengan kejujurannyalah peradaban jahiliyah yang korup dapat ditundukkan ke dalam akhlak yang islami.

¤ DZIKRULLAH SAW
Nabi yang selalu dzikir kepada Allah. Nafasnya, langkahnya, dan hidupnya adalah dzikir. Kehidupannya merupakan perspektif dzikir kepada Allah stw.

¤ MUSTHAFA SAW
Nabi yang terpilih. Adalah baginda Nabi yang terpilih dari seluruh makhluk-Nya. Terpilih di sini termasuk di antaranya untuk mengemban risalah Islamiyah hingga tuntas.

¤ UMMI SAW
Nabi yang buta huruf. Nabi Muhammad adalah seorang nabi yang tidak dapat baca tulis. Karena ke-ummi-annyalah beliau tersucikan dari noda syirik yang membudaya di masyarakat Arab jahiliyah.

¤ ABDUL QASIM SAW
Ayah Qasim. Qasim adalah putra lelakinya yang lahir dari istri pertama, Khadijah ra.

¤ SAYYIDUL MURSALIN SAW
Pemimpin para rasul. Di antara rasul-rasul Allah ia adalah pemimpinnya.

¤ IMMAMUL MUTTAQIN SAW
Pemimpin orang yang taqwa. Ia merupakan pemimpin yang sekaligus figur panutan bagi orang-orang yang takut dan menyerah kepada Allah swt.

¤ NASHIH SAW
Nabi pemberi nasehat. Ia pemberi nasehat kepada kaumnya untuk beramar makruf nahi mungkar. Ia adalah seorang penasehat yang sesuai antara lisan dan perbuatannya, dan mengerti persis kondisi kejiwaan yang diberinya nasehat.

¤ MUBALLIGH SAW
Nabi penyampai ayat Allah. Dalam menyampaikn risalah dakwanya ia senantiasa berpegangan pada ayat-ayat Allah swt.

¤ FAATIH SAW
Nabi penakluk kemungkaran. Adalah Nabi Muhammad yang mampu menaklukkan kemungkaran masyarakat jahiliyah. Dampaknya masih terasa hingga sekarang, dan menjadi modal sekaligus spirit bagi semua pejuang di jalannya.¤

Rabu, 09 Februari 2011

Mengapa Harus Vi Di ?

BIASANYA BULAN FEBRUARI SANGAT DINANTI OLEH KALANGAN REMAJA BAHKAN YANG SUDAH BERUMAH TANGGA SEKALIPUN.. Ada apa?

¤ Suasana sudah kelihatan ketika awal memasuki bulan februari. Media massa, mal-mal, hotel, pusat hiburan berlomba menarik perhatian remaja dengan menggelar pesta perayaan yang tak jarang berlangsung hingga larut malam bahkan hingga dini hari.

Hari itu adalah tanggal 14 Februari yang biasa disebut dengan Valentine's Day, hari kasih sayang. Banyak cara mereka lakukan untuk menumpahkan kebahagiaan pada hari yang mereka sebut kasih sayang dari sekedar memberikan kartu ucapan hingga pesta seks, bertukar pasangan dan lebih mengerikan lagi barter antara suami dan istri atau barter pacar. Naudzubillahi min dzalik.

Perayaan Valentine's Day sebelum diadopsi oleh Kristen Katolik merupakan upacara pesucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Menurut "The World Book Encyclopedia" vol 20 (1993), dua hari pertama dipersembahkan untuk dewi cinta Juno Februata. Pada hari tersebut para pemuda mengundi nama-nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yg namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan obyek hiburan.

Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma seperti disebutkan dalam "The Encyclopedia Britannica" vol 12 sub judul CRISTIANITY, mereka mengadopsi acara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain menganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus dan Pastor. Diantara pendukungnya adalah Kaisar Constantine dan Paus Gregory I. Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada tahun 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno tersebut menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine's Day untuk menghormati St. Valentine's yang kebetulan mati pada tanggal 14 Februari.

Ada dua versi tentang siapa St Valentine's itu. Versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan Tuhannya adalah Isa al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Sedangkan versi kedua, menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun diam-diam St. Valentine melanggarnya sehingga ia ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M.

¤ Anehnya tradisi Romawi Kuno yang diadopsi oleh Kristen Katolik menjadi tren dikalangan remaja Islam yang secara nyata tradisi tersebut berasal dari panganisme orang musyrik, penyembahan berhala dan penghormatan pada pastor. Bahkan tak ada kaitannya dengan kasih sayang dalam arti yang sebenarnya. Sayangnya kalangan remaja Islam hanya ikut-ikutan semata tanpa tahu asal muasalnya.

"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertanggumgjawabnya" (al-Isra':36)

Memang keinginan untuk ikut-ikutan ada dalam diri manusia, akan tetapi hal tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila orang yang diikuti berbeda dengan kita dari sisi keyakinan dan pemikirannya. Apalagi bila mengikuti dalam perkara akidah, ibadah, syi'ar dan kebiasaan.

" Barangsiapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut " (HR.at-Tirmidzi)

Bila dalam merayakannya bermaksud untuk mengenang kembali Valentine, maka tidak disangsikan lagi bahwa ia telah kafir. Adapun bila ia tidak bermaksud demikian, ia telah melakukan suatu kemungkaran yang besar. Ibnul Qayyim al-Jauziyah ra. berkata dalam kitab Ahkam Ahli adz-Dzimmah, memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin ra. ketika ditanya tentang Valentine's Day menuturkan bahwa, merayakan hari Valentine itu tidak boleh karena ;
1. Ia merupakan hari raya bid'ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari'at Islam.
2. Ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan yang sangat bertentangan dengan petunjuk 'shalafusshalih'.

Ada beberapa dampak buruk mengikuti Valentine's Day diantaranya ; ikut mempopulerkan ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah nilai-nilai Islam, memperbanyak jumlah mereka, mendukung atau mengikuti agama mereka, bahkan menjerumuskan dalam perbuatan zina.

Mengekornya kaum muslimin terhadap gaya hidup mereka akan membuat mereka senang serta dapat melahirkan kecintaan dan keterikatan hati. Allah swt. berfirman ;

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim (al-Maidah: 51)

Atau pada surat al-Mujadilah ayat 22, "Kamu tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasulnya."

Berkasih sayang sesama muslim memang harus kita lakukan tetapi kasih sayang dalam bingkai syari'at Islam. Memberi hadiah sebagai ungkapan cinta adalah sesuatu yang baik, namun bila dikaitkan dengan pesta ritual agama lain dan gaya hidup Barat akan mengakibatkan seseorang terobsesi oleh budaya dan gaya hidup mereka. 'Wallahua'lam' (Ummu Tsabit)


¤ Sumber : Tim Pustaka Al-Sofwa

Sabtu, 18 Desember 2010

Jangan Salah Pilih

Mungkin kita sering mendengar ada pasutri yang baru saja mengarungi bahtera rumah tangga kandas ditengah jalan. Beragam alasan yang mereka lontarkan, misal; karena ketidakcocokan, salah pengertian, kurang perhatian bahkan karena ada 'main' dengan orang ketiga.

Dari alasan-alasan yang mereka lontarkan sebenarnya masih ada solusi yang bisa menyelamatkan rumah tangga yang bakal 'karam' tersebut, yaitu dengan kembali kepada Allah swt. Dan Rasulullah saw.

Kalau boleh kita menyimpulkan masalah dasar yang menyebabkan keretakan rumah tangga seperti berbagai alasan di atas, dari persoalan ekonomi hingga kurang harmonisnya hubungan pasutri adalah karena keAWAMan kita terhadap agama.

¤ Nikah Adalah Ibadah

Sebagai sebuah persyaratan untuk diterimanya amal kita, ikhlas tentu saja menjadi prioritas pertama. Artinya, semua aktivitas kehidupan kita semata-mata untuk mengharap ridha Allah stw. Jangan sampai ada sedikitpun ketika kita akan melangkah berumah tangga ada motivasi lain selain mengharap wajah Allah swt. Kemudian sebagai syarat untuk diterimanya ridha Allah swt. adalah dengan mengikuti Nabi Muhammad saw. atau ittiba'. Tanpa ittiba' kita tak akan bisa mengimpletasikan keikhlasan kita.

Demikian pula dalam berumah tangga, pasutri harus menyadari betul akan arti ibadah tersebut. Bagi seorang calon suami harus bisa memilih istri yang tepat sesuai dengan syari'at Islam, begitupun calon istri.

Sebuah hadist riwayat Imam Bukhari dalam Fathul Bari 9/132 :

"Wanita itu dinikahi karena empat hal; hartanya, keturunannya, kecantikan dan agamanya. Maka hendaknya engkau utamakan wanita yang memiliki agama, (jika tidak) niscaya kedua tanganmu akan berdebu"

Hadist di atas menekankan dalam memilih istri itu diutamakan karena agamanya. Sebab wanita yang baik agamanya akan selalu taat kepada suaminya dan selalu setia mendampingi suami dikala suka maupun duka, dikala lapang maupun sempit, bukan seperti kata orang, ada uang nona sayang tak ada uang nona melayang.

"Hendaklah salah seorang dari kamu memilih hati yang bersyukur, lisan yang selalu berdzikir dan istri beriman yang menolongnya dalam persoalan akhirat" (HR. Ahmad 5/282, at-Tirmidzi)

Dalam riwayat lain, "Dan istri shalihah yang menolongmu atas persoalan dunia dan agamamu adalah sebaik-baik harta yang disimpan manusia"
(HR. Baihaqi dalam asy-Syu'ab)

Sedangkan dalam memilih suami, patut pula kita memperhatikan keadaan sang calon seperti diisyaratkan sebuah hadist:

"Jika datang kepadamu seseorang yang engkau rela terhadap akhlak dan agamanya maka nikahlah, jika tidak kamu lakukan niscaya akan terjadi fitnah dibumi dan kerusakan yang besar" (HR. Ibnu Majah No 1967 dan as-Silsilah Hadist No 1022)

Untuk mengetahui keadaan sang calon tak mesti melalui tradisi pacaran yang memang lebih banyak maksiatnya daripada manfaatnya, misal mencari informasi dari sumber yang layak dipercaya dan banyak mengetahui kehidupan sang calon.

Bagi seorang pemuda kalau memang sudah menemukan calon istri yang shalihah, yakinlah akan karunia Allah swt. teruslah maju disertai doa dan ikhtiar jangan terhalang karena kemiskinan.

"Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (kawin) dari hamba-hamba sahaya yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui" (QS. An-Nur 32)

Demikian pula bagi yang sudah berumah tangga, namun dirundung masalah, jangan putus asa juga jangan terbawa emosi dan cepat-cepat menyatakan cerai. Upayakan perbaikan-perbaikan dirumah tangga. Kedua belah pihak, istri maupun suami harus saling introspeksi dan terus berdoa supaya Allah swt. memperbaiki rumah tangganya.

Apabila keretakan rumah tangga dikarenakan ketidakpahaman terhadap agama, maka bagi kedua pasutri tak merasa sungkan untuk melangkahkan kakinya mencari ilmu syar'i dengan mengikuti kajian keagamaan melalui ustadz yang terpercaya dalam aqidah dan manhaj serta lurus pemahamannya. Dengan bekal ilmu tadi, Insya Allah biduk rumah tangga dapat bertahan dari terpaan gelombang.
Wallahua'lam (Ummu Abbas).

5 Gaya
Mendidik Anak Perempuan

Punya Anak perempuan memang beda. Bukan karena pilih kasih melainkan punya anak perempuan akan menjadi penghalang bagi orangtua dari api neraka.

Memang ikatan emosional antara ibu dengan anak perempuannya begitu kuat, berbeda halnya dengan sang ayah yang lebih dekat dengan anak laki-lakinya. Karena secara nalar anak merupakan versi baru dari orangtua mereka. Anak-anak merupakan cermin harapan, kekhawatiran dan perasaan orangtua mereka.

Bila orangtua menyadari keadaan di atas, tentu saja akan sangat membantu. Kalau tidak, justru bisa menjurus pada perilaku menyimpang. Alhasil, tak sedikit ibu yang merasa lebih senang punya anak lelaki karena dianggap lebih 'sederhana' dan tidak macam-macam.

Padahal mendidik anak perempuan mengundang sejuta pahala dan menjadi penghalang bagi orangtua dari api neraka. Anas bin Malik ra. pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang mengurus dua orang anak wanita sampai keduanya baligh, maka dia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan aku dan dia seperti ini..." (Lalu beliau menyatukan jari-jarinya).

Disamping itu pula mendidik anak perempuan akan memberi banyak pengalaman pada seorang ibu karena kesempatan untuk menjalin persahabatan yang akrab. Sayangnya, banyak seorang ibu selalu melihat dirinya pada anak perempuannya. Akibatnya mereka ingin anak perempuaannya dapat lebih banyak kesempatan atau ingin tetap berdekatan, padahal bersamaan dengan itu, anak ingin tetap melangkah dan memilih kehidupan sendiri.

Tentu saja untuk mewujudkan hal ini tak mudah. Seorang ibu paling tidak mesti mengetahui bagaimana gaya yang tepat dalam mendidik anak perempuannya.

¤ Gaya Keras


Ibu bergaya ini akan mudah meletup bila diganggu oleh tangisan sang anak. Sekalipun tangisan itu timbul karena si anak terjatuh. "Jangan nangis dong, nanti ibu pukul nih!" begitu kira-kira reaksi sang ibu.

Ada pesan kuat yang terungkap dari omongan si ibu tadi, 'ah kamu tak penting, masa bodoh apa yang kamu rasakan, sedang asyik kerja eh diganggu'. Meski pesan tadi tidak tersurat, namun anak bisa merasakannya. Ia akan sangat terluka dan putus asa. Bukan tak mungkin ia juga merasa kesepian serta merasa ditolak.

¤ Gaya Tak Peduli


Tipikal ibu yang bergaya tak peduli biasanya acuh terhadap kejadian yang menimpa anaknya, kurang pengawasan walau bisa saja secara fisik kebutuhannya mencukupi namun orangtua kurang melibatkan diri.

¤ Gaya Memanjakan


Ketika anak tejatuh misalnya, si ibu akan berlari secepat kilat untuk membantu sang anak. Walau kedengarannya enak dan bagi seorang ibu yang baik hati, namun mengandung pesan yang sangat penting, si anak seolah-olah merasa nyaman tapi juga ditumbuhi rasa kewajiban dan tanpa sadar juga ditumbuhi penolakan. Anak akan merasa lemah dan bingung di depan orangtuanya. Bukannya menjadi kuat dan percaya diri. Akibatnya, anak menjadi tak mandiri dan tak mengenal dirinya sendiri.

Seorang ibu yang punya gaya seperti ini perlu membangun rasa pengenalan diri yang kuat. Mumgkin masa kecilnya berpusat pada orangtua yang memaksanya lebih cepat jadi dewasa dan menjadi pengelola keluarga. Bukannya mendapat kasih sayang. Bisa saja salah satu orangtuanya bersikap sangat memanjakan.

¤ Gaya Asertif


Bila anak gadisnya terluka, dengan penuh kasih sayang seorang ibu bilang, 'Tanganmu luka? Aduh, kasihan. Mari sini, Ummi bersihkan' Kemudian, 'Nah, gimana rasanya sekarang'

Dalam kasus ini, anak tahu, diri dan perasaannya diperhatikan. Sang ibu mau dan siap menolongnya. Pertolongan itu ditawarkan dan bukan dipaksakan. Anak merasa nyaman, lega, aman dan dicintai.

Ini menunjukkan seorang ibu yang bergaya asertif lebih cenderung membiarkan anaknya tumbuh mandiri. Bila ada sesuatu masalah, si ibu membiarkannya bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada dirinya.

¤ Gaya Bersyarat


Kalau anaknya menangis ingin ikut ke warung, si ibu akan berkata, 'Kalau menangis, nanti ibu pulang dari warung tidak dibelikan kue lo'. Ini merupakan gaya ibu yang menghadapi anak dengan ancaman. Si anak harus memenuhi hrapan orangtua terlebih dahulu, barulah kebutuhan dipenuhi.

Hal ini mengandung makna, jangan menganggap kamu patut disayang sebelum menunjukkan bahwa kamu memang layak disayang.

Dari kelima gaya trsb tentu saja tak ada yang ideal melainkan semua gaya bisa berjalan secara simultan & kondisional tergantung kasus anak yang kita hadapi. Jadi tak terpaku dg satu gaya kan.
Allahua'lam.