KEDUDUKAN WANITA DALAM AL-QUR’AN
.
SUBHANALLAH ….. Sungguh kagum dan terpesona dengan Fenomena ini. Al-Qur’an untuk Seorang Wanita. Sesungguhnya wanita sangat dimuliakan dalam Islam.
Dalam Al-Qur’an saja dapat kita lihat
betapa banyak hukum yang dikhususkan untuk wanita, hal ini bukan
dikarenakan kaum wanita itu lemah dan banyak kekurangan. tetapi karena
Allah sangat peduli dan sayang terhadap wanita.
Berbagai pertanyaan yang seringkali muncul seperti,
Apakah ibadah wanita bernilai setara dengan ibadah kaum laki-laki ?
Apakah kaum hawa dapat memperoleh kemuliaan setara dengan kaum adam ?
|
Padahal ada beberapa hal yang menghalangi
kaum wanita untuk beribadah (sholat, puasa, dll). pertanyaan-pertanyaan
seperti itulah yang kemudian membawa kepada keraguan dalam beribadah.
Dan Allah telah telah menjawab pertanyaan
itu dalam Al-Qur’an, begitupun Allah juga telah menunjukkan
kecintaannya pada wanita dan selalu mengutamakan wanita.
|
Mengapa wanita begitu istimewa ?
.: QS. Al-A’raaf :26
Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan.
Dan
pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah
sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu
ingat.
.: QS. An-Nuur :31
Katakanlah
kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan
memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya,
kecuali yang (biasa) nampak daripadanya.
Dan
hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah
menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka,
atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami
mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara
laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau
wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau
pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap
wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.
Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.
Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
.: QS. An-Nuur :60
Dan
perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung)
yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan
pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan
berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar
lagi Maha Mengetahui.
.: QS. Al-Ahzab :53
Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi
kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu
waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu diundang maka masuklah dan
bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang
percakapan.
Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu
kepadamu (untuk menyuruh kamu ke luar), dan Allah tidak malu
(menerangkan) yang benar.
Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir.
Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.
Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini istri-istrinya selama-lamanya sesudah ia wafat.
Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah.
.: QS. Al-Ahzab :55
Tidak
ada dosa atas istri-istri Nabi (untuk berjumpa tanpa tabir) dengan
bapak-bapak mereka, anak-anak laki-laki mereka, saudara laki-laki
mereka, anak laki-laki dari saudara laki-laki mereka, anak laki-laki
dari saudara mereka yang perempuan, perempuan-perempuan yang beriman dan
hamba sahaya yang mereka miliki, dan bertakwalah kamu (hai istri-istri
Nabi) kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.
.: QS. Al-Ahzab :59
Hai
Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuan mu dan
istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulur kan jilbabnya ke
seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk
dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.
Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang…. Maha benar ALLAH dengan segala firman-NYA.
|
Rasulullah SAW sangat memuliakan Wanita
Adapun Rasulullah SAW, manusia termulia dan terbaik sepanjang masa pun mengakui dan sangat memuliakan wanita. ini buktinya :
Dari Abdullah bin ‘Amr radhiallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwassalam bersabda:
“Dunia ini adalah perhiasan/kesenangan dan sebaik-baik perhiasan/kesenangan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim,Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad)
Dalam lafazh lain:
“Sesungguhnya dunia ini adalah perhiasan dan tidak ada di antara perhiasan dunia yang lebih baik daripada wanita yang sholihah.” (HR. Ibnu Majah)
Dalam lafazh lain:
“Sesungguhnya dunia ini seluruhnya adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang sholihah.” (HR. Ahmad)
|
Wanita dan Keindahan
Sudah menjadi sunnatullah bagi anak Adam diberikan
kepada mereka berbagai kenikmatan yang mereka cintai dan dijadikan indah
pandangan mereka dengannya di dunia ini sebagaimana dalam firman Alloh:
“Dijadikan
indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini,
yaitu:wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas,
perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah lading. Itulah
kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Alloh-lah tempat kembali yang
baik (surga).” (QS. Ali-Imran:14)
Ketika menyebutkan berbagai hal yang menjadikan
kecintaan manusia dalam ayat ini Allah mendahulukan wanita sebelum yang
lain, hal ini memberikan isyarat bahwa wanita menjadi sumber terbesar
kenikmatan, kesenangan dan perhiasan hidup di dunia ini.
Tidak terkecuali bagi Rasulullah Shalallahu
‘alaihiwassalam sebagai sosok manusia terbaik dan termulia, wanita
adalah sesuatu yang paling beliau cintai di antara kenikmatan dunia yang
lain, dan ini merupakan fitroh beliau sebagai manusia biasa.
Dari
Anas radhiallahu ‘anhu ia berkata: “Rasulullah Shalallahu
‘alaihiwassalam bersabda: ‘Aku diberikan rasa cinta dari dunia terhadap
para wanita dan wewangian dan dijadikan penyejuk mataku ada di dalam
shalat.” (HR. Ahmad, dan Nasa’i. Di shohih kan oleh Syaikh Al Albani)
Walhasil, Allah telah menciptakan wanita sebagai
perhiasan dan bahkan perhiasan terbesar dunia ini namun sekaligus ia
juga merupakan fitnah terbesar di dunia ini yang pernah diciptakan Alloh
bagi kaum laki-laki.
|
Wanita Sholihah
Allah telah memberikan sebuah definisi wanita
sholihah yang menjadi perhiasan dan kesenangan terbaik di dunia,
sebagaimana dalam firman-Nya:
“…
Maka wanita yang sholih, ialah yang taat kepada Alloh lagi memelihara
diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Alloh telah memelihara
(mereka) …” (QS. an-Nisa’:34)
Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwassalam juga memberikan gambaran wanita sholihah terbaik sebagaimana dalam hadits:
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata:
“Nabi Shalallahu ‘alaihiwassalam ditanya:’Siapakah wanita yang paling
baik?’ Beliau menjawab:
‘(Sebaik-baik
wanita) adalah yang menyenangkan (suami)-nya jika ia melihatnya,
mentaati (suami)-nya jika ia memerintahnya dan ia tidak menyelisihi
(suami)-nya dalam hal yang dibenci suami pada dirinya dan harta
suaminya.’ (HR. Ahmad, al Hakim, an Nasa’i dan ath Thobrani dan di Shohihkan oleh al Albani).
Beliau Shalallahu ‘alaihiwassalam juga berwasiat
untuk memilih wanita yang memiliki dien (agama) yang baik sebagai ukuran
keshohihan seorang wanita, bukan kecantikan, kedudukan atau hartanya.
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shalallahu ‘alaihiwassalam beliau bersabda:
“Wanita
dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya,
kecantikannya dan karena dien (agama)-nya; maka pilihlah yang memiliki
dien maka engkau akan beruntung.” (HR. Bukhari dan Muslim)
|
Khotimah
Bagi laki-laki, hal ini merupakan wasiat agar mereka memilih wanita bukan sekedar karena :
- Kecantikan,
- Kedudukan atau
- Harta wanita semata.
Karena hal itu bukanlah ukuran kebahagiaan yang hakiki di dunia ini.
Namun hendaknya ia lebih mengutamakan sisi dien
(Agama) karena hal itulah yang akan memberikan hakikat kebahagiaan
hidupnya di dunia ini dan di akhirat.
Adapun bagi para wanita, ini merupakan dorongan untuk
menjadi perhiasan terbaik di dunia ini, wanita yang sholihah, wanita
yang mendorong suami dan keluarganya untuk semakin beriman dan bertaqwa
kepada Allah, bukan wanita yang menjadi fitnah terbesar bagi kaum
laki-laki yang menjadikan mereka semakin menjauh dari Allah dan menyeret
mereka ke jurang nereka Jahanam.
Sedangkan bagi para orang tua, ini tentunya sebuah
pengingat bahwa ada amanah menunaikan kewajiban mendidik anak-anak
mereka untuk menjadi anak-anak yang sholih dan sholihah guna menggapai
kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat.
Dari Blog http://saputra51.wordpress.com
Sumber : Majalah Al Mawaddah Edisi 1 Tahun ke-1 (1428H/2007M)